73 Nagari di Padang Pariaman Siap Gelar Pilwana Serentak 2026, 249 Personel Polisi Disiagakan

0

 


PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memastikan seluruh persiapan pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 telah rampung. 


Sebanyak 73 nagari di 16 kecamatan siap menggelar pemungutan suara pada Sabtu (27/6/2026), dengan dukungan pengamanan dari kepolisian dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).


Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi terakhir persiapan Pilwana yang digelar di Kantor Bupati Padang Pariaman, Jumat (26/6/2026). Dalam rapat itu dipastikan seluruh tahapan teknis, distribusi logistik, hingga kesiapan pengamanan telah berjalan sesuai rencana.


Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, SH, MH, mengatakan Pilwana bukan sekadar ajang memilih pemimpin nagari, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.


"Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat tetap menjaga persaudaraan, menghormati proses demokrasi, dan menerima hasil pemilihan dengan baik. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pemimpin seluruh masyarakat nagari," ujarnya.


Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai pemicu perpecahan. Menurutnya, semangat badunsanak harus tetap dijaga demi kelangsungan pembangunan di nagari.


Pilwana Serentak 2026 dilaksanakan di 73 nagari yang tersebar di 16 dari 17 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman. Sebanyak 57 nagari berada di wilayah hukum Polres Padang Pariaman, sedangkan 16 nagari lainnya berada di wilayah hukum Polres Pariaman.


Sementara itu, Nagari Kasang belum mengikuti Pilwana serentak karena masih menunggu kesiapan lebih lanjut. Pelaksanaan pemilihan di nagari tersebut akan dijadwalkan kembali setelah seluruh persyaratan dinyatakan terpenuhi.


Pelaksana Tugas Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari mengatakan sebanyak 249 personel kepolisian telah disiagakan untuk mengamankan seluruh tahapan Pilwana.


Personel akan ditempatkan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan sejumlah titik yang dinilai membutuhkan pengamanan tambahan. Kepolisian juga menyiapkan command center untuk mempercepat koordinasi apabila terjadi kendala di lapangan.


Berdasarkan pemetaan situasi keamanan, terdapat tujuh nagari yang masuk kategori rawan sehingga mendapat perhatian dan pengamanan lebih intensif.


"Seluruh langkah pengamanan dilakukan agar Pilwana berjalan aman, tertib, dan kondusif," kata AKBP Riyana Purwasari.


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Padang Pariaman, Nurhayati, memastikan seluruh logistik Pilwana, mulai dari kotak suara, surat suara, bilik suara hingga dokumen pendukung, telah didistribusikan ke masing-masing nagari.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar memastikan namanya telah tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pemilih yang hanya membawa KTP, namun tidak terdaftar dalam DPT, tidak dapat menggunakan hak pilihnya.


Selain itu, penggunaan telepon genggam di dalam bilik suara dilarang untuk menjaga kerahasiaan pilihan pemilih.


Nurhayati menegaskan seluruh tahapan Pilwana dilaksanakan sesuai regulasi guna menjamin independensi, transparansi, dan akuntabilitas proses demokrasi di tingkat nagari.


Apabila terjadi sengketa hasil pemilihan, penyelesaiannya dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Sengketa dapat diajukan apabila selisih perolehan suara paling banyak dua persen dari total suara sah dan akan diproses melalui Badan Musyawarah (Bamus) Nagari.


Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap Pilwana Serentak 2026 berlangsung aman, damai, dan demokratis serta melahirkan pemimpin nagari yang mampu membawa kemajuan, kesejahteraan, dan memperkuat persatuan masyarakat. (***/)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top