![]() |
BUKITTINGGI — Pameran lukisan kaligrafi China Muslim karya Prof. Yusuf Liu Baojun yang digelar di ruang rapat Istana Bung Hatta mendapat perhatian luas dari masyarakat dan tokoh daerah.
Salah satu karya yang paling menyita perhatian adalah kaligrafi sepanjang 100 meter yang dipajang secara khusus dalam rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang dan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4.
Pada Kamis (4/6/2026), Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis bersama Bunda Literasi Sumatera Barat, Harneli Mahyeldi, mengunjungi pameran tersebut. Keduanya tampak antusias menyaksikan langsung karya-karya kaligrafi yang sarat makna spiritual dan nilai seni tinggi.
Dalam kunjungan itu, mereka menerima penjelasan langsung mengenai berbagai keistimewaan karya yang dipamerkan. Setiap goresan kaligrafi tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga mengandung pesan-pesan mendalam yang bersumber dari ajaran Islam dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Sekretaris IMLF-4, Armaidi Tanjung.
Ibnu Asis menyampaikan apresiasi tinggi kepada Prof. Yusuf Liu Baojun atas dedikasinya dalam menghadirkan karya monumental tersebut di Bukittinggi.
Menurutnya, kaligrafi yang dipamerkan bukan sekadar karya seni, tetapi juga menjadi medium yang memperlihatkan kemegahan nilai-nilai Al-Qur'an dalam bentuk visual yang memukau.
Ia menilai kehadiran pameran ini memberikan kontribusi besar dalam memperkenalkan kekayaan seni Islam kepada masyarakat sekaligus memperkuat posisi Bukittinggi sebagai pusat peradaban dan kebudayaan di dataran tinggi Minangkabau.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari upaya promosi pariwisata dan budaya Minangkabau ke tingkat internasional melalui penyelenggaraan IMLF.
Sementara itu, Harneli Mahyeldi mengajak masyarakat Sumatera Barat, khususnya warga Bukittinggi dan sekitarnya, untuk memanfaatkan kesempatan langka tersebut dengan mengunjungi pameran yang berlangsung pada 3 hingga 7 Juni 2026.
Menurutnya, karya-karya yang dipamerkan memiliki nilai artistik dan edukatif yang sangat tinggi. Ia berharap masyarakat dapat menyaksikan langsung keindahan kaligrafi tersebut sekaligus menambah wawasan tentang perkembangan seni kaligrafi Islam di dunia.
“Silakan datang dan menyaksikan karya kaligrafi yang indah ini. Ini merupakan kesempatan berharga untuk menikmati perpaduan seni, budaya, dan spiritualitas dalam satu ruang pameran,” ujarnya.
Prof. Yusuf Liu Baojun sendiri dikenal sebagai seorang penulis dan seniman kaligrafi produktif. Hingga saat ini ia telah menghasilkan sedikitnya 37 buku yang membahas berbagai tema budaya, peradaban, dan hubungan dunia Islam dengan Tiongkok.
Sebelumnya, ia juga pernah menampilkan demonstrasi pembuatan kaligrafi sepanjang 25 meter di Jakarta dalam ajang Wara-Wiri Feskraf yang mendapat perhatian publik nasional.
Tidak hanya menghadirkan karya seni, dalam rangkaian peluncuran 100 buku pada IMLF-4 yang tengah berlangsung di Bukittinggi, Yusuf Liu juga meluncurkan buku terbarunya berjudul Satu Jiwa Abadi di Sumatra.
Buku tersebut menambah daftar karya intelektualnya yang berupaya menjembatani pemahaman lintas budaya dan memperkuat hubungan antara peradaban Tiongkok dan dunia Melayu.
Pameran kaligrafi sepanjang 100 meter ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan 100 Tahun Jam Gadang dan IMLF-4. Kehadirannya tidak hanya memperkaya khazanah seni dan literasi, tetapi juga memperkuat posisi Bukittinggi sebagai kota yang terbuka terhadap dialog budaya dan peradaban dunia. (***/)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih