Makan Bajamba Jadi Magnet HUT ke-24 Kota Pariaman, 2.600 Jamba Habis Disantap Bersama

0

 


PARIAMAN – Suasana kebersamaan begitu terasa di halaman Balai Kota Pariaman, Kamis (2/7/2026). Ribuan warga bersama jajaran Pemerintah Kota Pariaman duduk bersila menikmati tradisi makan bajamba yang menjadi salah satu agenda utama peringatan Hari Jadi Kota Pariaman ke-24.


Tradisi makan bersama tersebut digelar usai Rapat Paripurna DPRD Kota Pariaman. Sebanyak 2.600 jamba tersaji memenuhi lokasi kegiatan, menghadirkan pemandangan khas budaya Minangkabau yang sarat nilai persaudaraan.


Ribuan jamba itu berasal dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman, desa dan kelurahan, BUMN, BUMD, hingga Bundo Kanduang Kota Pariaman yang ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.


Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan makan bajamba sengaja dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Pariaman sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.


Menurutnya, jika selama ini jamuan makan lebih sering dilaksanakan di Pendopo Wali Kota, kali ini pemerintah memilih menghadirkannya di ruang terbuka agar seluruh masyarakat dapat menikmati suasana kebersamaan tanpa sekat.


"Kami ingin merasakan makan bajamba bersama masyarakat Kota Pariaman. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus dipertahankan setiap tahunnya," ujar Yota Balad.


Ia menegaskan, makan bajamba bukan sekadar tradisi kuliner, tetapi memiliki makna mendalam sebagai simbol gotong royong, persatuan, dan kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Minangkabau.


Dalam tradisi tersebut, masyarakat duduk bersama dalam kelompok kecil dan menikmati hidangan dari satu jamba secara bergantian. 


Tidak ada perbedaan status sosial, jabatan, maupun latar belakang, karena seluruh peserta duduk dalam posisi yang sama sebagai wujud persaudaraan.


Yota berharap tradisi ini terus dilestarikan sehingga nilai-nilai budaya Minangkabau tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.


"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terlaksana setiap tahunnya agar budaya kita tetap terjaga dan bisa dilanjutkan oleh anak cucu kita nanti," tutupnya. (***/)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top