![]() |
| Gambar ilustrasi ibu-ibu tanam cabay |
Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat akibat naiknya harga kebutuhan pokok, berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah untuk meringankan beban warganya.
Salah satu langkah yang menarik perhatian datang dari Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, yang mengajak masyarakat menanam cabai di pekarangan rumah.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk gerakan sederhana dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Menurutnya, masyarakat tidak harus memiliki lahan yang luas. Cukup memanfaatkan pekarangan atau pot di sekitar rumah untuk menanam beberapa batang cabai.
Dalam penyampaiannya, John Kenedy Azis mengimbau masyarakat agar mulai membiasakan diri menanam cabai. Bahkan, ia menyebut cukup menanam lima batang cabai setiap hari sebagai bagian dari gerakan bersama.
Pernyataan itu sontak menjadi perhatian publik. Di berbagai media sosial, potongan video maupun kutipan ajakan tersebut beredar luas dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.
Sebagian warganet menyambut baik gagasan tersebut. Mereka menilai ajakan itu merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga, terutama ketika harga cabai sedang melonjak.
Namun, tidak sedikit pula yang memberikan kritik. Ada yang menganggap persoalan ekonomi masyarakat tidak cukup diselesaikan dengan ajakan menanam cabai.
Menurut mereka, pemerintah juga harus menghadirkan solusi yang lebih menyentuh persoalan daya beli dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Perbedaan pandangan tersebut sebenarnya merupakan hal yang wajar dalam ruang demokrasi. Setiap kebijakan maupun gagasan dari kepala daerah tentu akan dinilai dari berbagai sudut pandang.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, substansi ajakan tersebut sesungguhnya mengarah pada upaya membangun kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. Ketika sebagian kebutuhan dapur dapat dipenuhi dari hasil pekarangan sendiri, pengeluaran keluarga sedikit banyak dapat ditekan.
Cabai merupakan salah satu komoditas yang kerap memicu inflasi. Harganya sangat fluktuatif dan bergantung pada musim serta pasokan di pasar. Ketika produksi menurun, harga cabai biasanya melonjak dan berdampak langsung terhadap pengeluaran masyarakat.
Karena itu, gerakan menanam cabai sebenarnya bukan hal baru. Di berbagai daerah di Indonesia, program pemanfaatan pekarangan telah lama didorong sebagai bagian dari ketahanan pangan keluarga.
Dengan memiliki tanaman cabai sendiri, masyarakat tidak selalu bergantung pada pasar. Saat harga sedang tinggi, kebutuhan harian dapat dipenuhi dari hasil panen di rumah, meski dalam jumlah terbatas.
Memang benar, menanam lima batang cabai tidak akan langsung mengatasi persoalan inflasi ataupun meningkatkan pendapatan masyarakat.
Namun, langkah kecil tersebut dapat menjadi kebiasaan positif apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak keluarga.
Jika ribuan rumah tangga di Padang Pariaman memiliki tanaman cabai sendiri, maka secara tidak langsung ketergantungan terhadap pasokan pasar dapat berkurang.
Dampaknya mungkin tidak besar dalam waktu singkat, tetapi berpotensi memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Yang perlu dipahami, ajakan tersebut sebaiknya tidak dimaknai sebagai satu-satunya solusi menghadapi persoalan ekonomi.
Gerakan menanam cabai hanyalah salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan masyarakat sembari pemerintah terus menjalankan program peningkatan kesejahteraan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga dituntut menghadirkan kebijakan yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat daya beli masyarakat. Upaya-upaya itu harus berjalan beriringan.
Reaksi yang beragam di media sosial menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kebijakan publik. Kritik maupun dukungan seharusnya menjadi masukan yang konstruktif bagi pemerintah dalam menyempurnakan setiap program yang dijalankan.
Pada akhirnya, yang terpenting bukan sekadar slogan "tanam lima batang cabai sehari", melainkan bagaimana gerakan tersebut mampu menjadi budaya baru dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Sebab, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, terkadang solusi besar memang dapat diawali dari langkah-langkah kecil.
Menanam beberapa batang cabai mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi setidaknya dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun ketahanan pangan dari rumah sendiri. (***/Darwisman)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih