![]() |
PADANG PARIAMAN – Kabar baik datang untuk masyarakat Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam dan masyarakat Sikabu Kecamatan Lubuak Aluang, Kabupaten Padang Pariaman.
Pemerintah pusat memastikan pembangunan kembali Jembatan Anduriang yang roboh diterjang banjir bandang dan bencana hidrometeorologi pada November 2025 telah masuk dalam pagu indikatif APBN.
Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan jembatan tersebut mencapai sekitar Rp47 miliar. Kepastian itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat meninjau langsung lokasi Jembatan Anduriang, Jumat (21/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Andre didampingi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Endarmy, jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, serta jajaran Ditjen Cipta Karya.
Rombongan disambut Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama sejumlah kepala OPD dan masyarakat Nagari Anduriang. Di hadapan warga, Andre menyampaikan pembangunan jembatan tersebut ditargetkan segera masuk tahap lelang pada Januari 2027.
“Pemerintah pusat, Pemerintah Presiden Prabowo sudah menyiapkan anggaran untuk Jembatan Anduriang ini sebesar Rp47 miliar. Insyaallah Januari 2027 akan segera dilelang dan insyaallah akhir Februari 2027 pembangunan jembatannya dilaksanakan,” ujar Andre.
Jembatan baru tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 140 meter dengan konstruksi jembatan rangka dua bentang. Masing-masing bentang memiliki panjang sekitar 70 meter.
Menurut Andre, pembangunan Jembatan Anduriang diharapkan tidak hanya mengembalikan akses masyarakat yang terputus akibat bencana, tetapi juga menghadirkan infrastruktur yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman banjir di kawasan tersebut.
“Ini tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat Anduriang. Pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat,” katanya.
Selain Jembatan Anduriang, Andre juga membawa kabar baik bagi masyarakat Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, terkait pembangunan kembali Jembatan Sikabu atau Jembatan Kayu Gadang.
Jembatan tersebut telah masuk dalam paket Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp47,5 miliar.
Andre mengatakan pembangunan Jembatan Sikabu ditargetkan sudah dapat dimulai pada Oktober atau November 2026.
“Jembatan Sikabu yang diperjuangkan oleh Pak Bupati juga sudah dimasukkan dalam Inpres Jalan Daerah tahun 2026. Insyaallah tahun 2026 ini, mungkin Oktober atau November, sudah bisa dikerjakan pembangunannya,” ujar Andre.
Jembatan Kayu Gadang Sikabu sebelumnya pernah mengalami kerusakan parah akibat banjir pada November 2017. Jembatan tersebut kemudian dibangun secara permanen menggunakan dana BNPB dan diresmikan pada Agustus 2021.
Namun, belum lama menikmati jembatan baru, masyarakat kembali harus kehilangan akses setelah Jembatan Sikabu ambruk diterjang banjir deras pada Minggu malam, 7 Mei 2023.
Karena itu, pembangunan kembali jembatan tersebut menjadi sangat penting. Selain memulihkan konektivitas masyarakat, jembatan baru diharapkan mampu memberikan rasa aman dan memiliki ketahanan lebih baik ketika terjadi bencana.
Tak hanya dua jembatan, pemerintah pusat juga menyiapkan program normalisasi Sungai Batang Anai, khususnya di kawasan Nagari Anduriang.
Program yang ditangani melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp218 miliar dan ditargetkan mulai dikerjakan pada November 2026.
Andre menyebut pembangunan sejumlah infrastruktur tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang dinilai aktif memenuhi berbagai persyaratan administrasi maupun teknis.
“Ini kabar baik yang diinformasikan atas perjuangan kita semua, terutama Pak Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis yang sudah bekerja keras memperjuangkan dan memenuhi seluruh syarat administrasi dan teknis, sehingga anggaran ini bisa diturunkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PU,” katanya.
Andre menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat.
Menurutnya, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp19 triliun untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat. Anggaran tersebut akan dilaksanakan secara bertahap mulai 2025 hingga 2028.
“Sekali lagi, inilah bentuk komitmen Presiden Prabowo yang sudah menyiapkan anggaran Rp19 triliun untuk dana rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Barat. Dana rehab rekon ini akan dicairkan secara bertahap dari 2025 sampai 2028,” ujar Andre.
Dukungan anggaran tersebut, lanjutnya, menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam membangun kembali infrastruktur di daerah yang terdampak bencana, termasuk Kabupaten Padang Pariaman.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyambut baik kepastian dukungan pemerintah pusat tersebut. Ia berharap anggaran Rp47 miliar untuk pembangunan Jembatan Anduriang benar-benar menghasilkan konstruksi yang kuat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Harapan kita, dengan anggaran yang cukup tinggi Rp47 miliar, tentu insyaallah akan dibangun jembatan yang kokoh dan sesuai dengan keinginan masyarakat,” ujar John Kenedy.
Khusus Jembatan Sikabu, Bupati menekankan agar aspek ketahanan terhadap bencana menjadi perhatian utama dalam pembangunan. Pasalnya, jembatan tersebut sudah dua kali roboh akibat diterjang banjir.
“Jembatan Sikabu itu sudah dua kali roboh. Mudah-mudahan pembangunan yang ketiga kali ini jembatan itu betul-betul kuat, kokoh, bertahan lama, dan bisa bertahan kalau terjadi banjir lagi. Begitu juga Jembatan Anduriang,” katanya.
Dengan masuknya pembangunan Jembatan Anduriang dalam pagu indikatif APBN, pembangunan Jembatan Sikabu melalui IJD 2026, serta rencana normalisasi Batang Anai senilai Rp218 miliar, masyarakat Padang Pariaman kini memiliki harapan baru terhadap pemulihan infrastruktur pascabencana.
Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, kementerian/lembaga, dan masyarakat diharapkan mampu memastikan seluruh program tersebut berjalan tepat waktu.
Lebih dari sekadar membangun kembali jembatan, proyek tersebut diharapkan menjadi langkah penting untuk menghadirkan infrastruktur Padang Pariaman yang lebih kuat dan tangguh menghadapi bencana di masa mendatang. (**/)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih