Barefoot Running 2026 Pecah Rekor, Diikuti 2.000 Peserta dari Berbagai Daerah, Total Hadiah Rp80 Juta

0

 

Peserta berlari tanpa alas kaki di pinggir pantai


PADANG PARIAMAN – Ajang Barefoot Running 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) berlangsung sukses dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. 


Event lari tanpa alas kaki ini diikuti lebih dari 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan total hadiah mencapai Rp80 juta.


Kadis Dispapora Padang Pariaman Anton Wira Tanjung


Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung,  mengatakan tingginya animo peserta menunjukkan Barefoot Running kini mulai dikenal sebagai salah satu event sport tourism yang mampu menarik pelari dari berbagai provinsi.


"Alhamdulillah, hari ini kita sukses melaksanakan Barefoot Running 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Insya Allah kegiatan ini akan kita lanjutkan setiap tahunnya," ujar Anton Wira Tanjung, Sabtu (1/8/2026).



Menurut Anton, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Sumatera Barat, tetapi juga datang dari berbagai daerah seperti Medan, Pekanbaru, Lampung, dan sejumlah kota lainnya. Bahkan, para juara pada berbagai kategori juga berasal dari sejumlah daerah tersebut.


"Kami juga bertemu dengan peserta dari Lampung. Ini menandakan informasi mengenai kegiatan ini telah tersebar luas. Kami berharap masyarakat terus mendukung sehingga event ini semakin besar pada tahun-tahun mendatang," katanya.


Ia menilai, kehadiran lebih dari 2.000 peserta memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Ribuan peserta beserta pendampingnya ikut menggerakkan sektor kuliner, penginapan, transportasi, hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.


Anton menjelaskan, Barefoot Running tidak akan terpaku digelar di satu lokasi saja. Pada penyelenggaraan berikutnya, event ini direncanakan berpindah-pindah ke sejumlah destinasi wisata bahari di Kabupaten Padang Pariaman sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas.


Beberapa kawasan yang dipertimbangkan menjadi lokasi penyelenggaraan antara lain Pantai Gasan, Pantai Sungai Limau, hingga Pantai Ketaping. Namun, menurut Anton, ada syarat utama yang harus dipenuhi sebelum lokasi ditetapkan, yakni kondisi pantai harus bersih dan terjaga kelestariannya.


"Bisa saja tahun depan kita laksanakan di Pantai Gasan, Pantai Sungai Limau atau Pantai Ketaping. Yang jelas pantainya harus bersih. Kita ingin peserta tidak hanya menikmati olahraga, tetapi juga keindahan pantai yang terawat," ujarnya.


Ia menegaskan, Barefoot Running bukan sekadar perlombaan lari, melainkan event yang mengusung konsep 3D, yakni Sport (Olahraga), Tourism (Pariwisata), dan Environment (Lingkungan). Melalui konsep tersebut, olahraga dipadukan dengan promosi destinasi wisata sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.


Dengan konsep tersebut, Anton berharap Barefoot Running dapat menjadi agenda unggulan tahunan Kabupaten Padang Pariaman yang mampu menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai daerah sekaligus memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.


"Konsep ini menjadi kekuatan Barefoot Running. Semoga kegiatan ini terus berkembang dan mampu membangkitkan sektor pariwisata serta perekonomian masyarakat Kabupaten Padang Pariaman," pungkasnya. (***/)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top