![]() |
PADANG PARIAMAN – Jembatan Garuda Perintis di Nagari Batu Kalang Utara, Kecamatan VII Koto Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi salah satu bukti nyata semangat gotong royong dalam memulihkan akses masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi 2025.
Jembatan yang dibangun melalui kolaborasi TNI, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, dan masyarakat tersebut ditinjau langsung Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB), Mayjen TNI Arief Gajah Mada, dalam kunjungan kerjanya ke daerah itu, Jumat (28/8/2026).
Kedatangan Pangdam disambut Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat bersama Sekretaris Daerah Hendra Aswara, unsur Forkopimda, jajaran Kodam XX/TIB, Kodim 0308/Padang Pariaman, kepala OPD, Camat VII Koto Padang Sago Zarmiati, Wali Nagari Batu Kalang Utara Afri Ismedi, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam melihat langsung kondisi Jembatan Garuda Perintis yang kini menjadi akses vital bagi masyarakat Nagari Batu Kalang Utara dan Batu Kalang Induk. Sebelumnya, akses masyarakat di kawasan tersebut terputus akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah Padang Pariaman pada 2025.
Wakil Bupati Rahmat Hidayat menyampaikan apresiasi atas perhatian Pangdam XX/TIB beserta jajaran terhadap pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Jembatan Garuda Perintis ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi bagi warga yang terdampak bencana,” kata Rahmat.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut berlangsung sekitar dua bulan, mulai Januari hingga Februari 2026. Setelah selesai, jembatan langsung dimanfaatkan masyarakat dan hingga kini telah beroperasi sekitar enam bulan.
Keberadaan jembatan tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 1.154 jiwa yang berada di Nagari Batu Kalang Utara dan Batu Kalang Induk, khususnya masyarakat Korong Pondok Kayu dan Korong Durian Kamih.
Menurut Rahmat, manfaat jembatan tidak sekadar membuka kembali akses transportasi warga. Infrastruktur tersebut juga memudahkan anak-anak pergi ke sekolah, petani menuju lahan pertanian, serta masyarakat membawa hasil perkebunan dan pertanian.
“Ini bukan hanya soal sebuah jembatan, tetapi bagaimana masyarakat kembali mendapatkan akses untuk menjalankan aktivitas sehari-hari setelah sebelumnya terkendala akibat bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada mengatakan peninjauan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengatakan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk nyata gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Hingga saat ini, Kodam XX/TIB telah membangun sebanyak 134 Jembatan Garuda di berbagai wilayah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 127 jembatan telah selesai dan dimanfaatkan masyarakat, sedangkan tujuh jembatan lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
“Semangatnya adalah gotong royong. Kita ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan akses bisa kembali beraktivitas dan perekonomiannya bergerak,” kata Pangdam.
Selain pembangunan jembatan, Kodam XX/TIB juga terus mendorong program penyediaan sumur bor air bersih di sejumlah wilayah yang membutuhkan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya TNI membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar.
“Kami berharap semakin banyak Jembatan Garuda Merah Putih maupun sumur bor air bersih yang dapat dibangun. Yang tidak kalah penting, mari bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Usai meninjau Jembatan Garuda Perintis di Batu Kalang Utara, Pangdam XX/TIB bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung.
Di nagari tersebut, Pangdam meninjau pembangunan Sumur Bor Manunggal Air Bersih 2026 yang dikerjakan TNI AD melalui Kodim 0308/Padang Pariaman dengan mengusung slogan “Negara Hadir untuk Rakyat”.
Pembangunan sumur bor tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Rangkaian kunjungan Pangdam XX/TIB di Padang Pariaman itu memperlihatkan bahwa kehadiran TNI tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan serta memenuhi kebutuhan dasar warga. (**/)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih