![]() |
PADANG — Kabut asap kiriman dari sejumlah provinsi tetangga mulai memasuki sebagian wilayah Sumatera Barat dan berdampak terhadap kualitas udara, terutama di kawasan perbatasan bagian timur provinsi.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, M. Shadiq Pasadigoe, yang meminta pemerintah segera mengambil langkah preventif guna melindungi kesehatan masyarakat.
Berdasarkan pemantauan, kabut asap yang memasuki Sumatera Barat diduga terbawa angin dari wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, hingga Lampung.
Sejumlah wilayah di bagian timur seperti Solok Selatan, Dharmasraya, dan Sijunjung dilaporkan mengalami penurunan kualitas udara yang cukup terasa. Sementara Kota Padang dan Sawahlunto juga sempat diselimuti kabut asap tipis.
“Pemerintah harus bergerak cepat dan mengedepankan langkah preventif. Jangan menunggu kondisi semakin parah baru dilakukan penanganan. Kualitas udara menyangkut langsung kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujar Shadiq di Padang pada Minggu (30/8/2026).
Sebagai Anggota Komisi XIII DPR RI, Shadiq menilai persoalan kabut asap juga harus dilihat dari aspek pemenuhan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Ia mendesak kementerian terkait bersama pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas wilayah dan melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala, khususnya di daerah perbatasan.
“Koordinasi lintas kementerian, lembaga dan pemerintah daerah harus diperkuat. Informasi kualitas udara juga harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengambil langkah perlindungan yang tepat,” tegasnya.
Shadiq juga mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kualitas udara apabila sumber kebakaran hutan dan lahan di daerah asal asap belum tertangani optimal.
Masyarakat Diminta Waspada
Di tengah kondisi tersebut, Shadiq mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Gunakan masker jika harus beraktivitas di luar dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan,” imbaunya.
Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif mencegah pembakaran lahan agar tidak memperburuk kondisi kabut asap.
“Pencegahan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Mari bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membakar lahan sembarangan,” katanya.
Shadiq berharap kondisi kabut asap segera membaik seiring perubahan arah angin dan potensi hujan. Namun demikian, langkah antisipasi tetap diperlukan agar masyarakat tidak menjadi korban dampak yang mengganggu kesehatan maupun aktivitas sosial-ekonomi.
“Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Pemerintah harus hadir, melakukan pencegahan sejak dini, dan memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan serta informasi yang memadai,” tutupnya. (Anggun)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih