M. Shadiq Pasadigoe Minta Antisipasi Bencana di Sumbar Diperkuat, Kabut Asap Jadi Early Warning

0


PADANG — Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, M. Shadiq Pasadigoe, meminta kementerian dan lembaga terkait memperkuat langkah antisipasi serta mitigasi bencana di Sumatera Barat.


Menurutnya, potensi bencana seperti cuaca ekstrem, banjir, longsor hingga dampak kabut asap harus diantisipasi sejak dini. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah bencana terjadi.


Hal itu disampaikan M. Shadiq Pasadigoe saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kota Padang, Selasa (25/8/2026).


“Jangan menunggu musibah terjadi baru kita bergerak. Kementerian dan lembaga terkait harus lebih intensif melakukan langkah-langkah preventif bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh unsur terkait,” kata M. Shadiq.


Ia menilai perubahan kondisi cuaca dan lingkungan saat ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.


Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat kesiapsiagaan dengan melakukan pemetaan wilayah rawan bencana, meningkatkan sistem peringatan dini, memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana, serta memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.


M. Shadiq juga menyoroti perkembangan kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan dan Riau.


Ia mengatakan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi Sumatera Barat karena dampaknya mulai dirasakan di sejumlah daerah, termasuk kawasan Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh.


“Ini harus menjadi early warning bagi kita. Pemerintah bersama masyarakat harus mengambil langkah antisipatif agar persoalan lingkungan dan bencana tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” ujarnya.


Menurut dia, penanganan bencana tidak cukup hanya dilakukan ketika kondisi sudah darurat. Upaya pencegahan dan mitigasi harus menjadi bagian dari kebijakan pemerintah secara berkelanjutan.


Selain persoalan kebencanaan, M. Shadiq juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga generasi muda dan anak kemenakan.


Ajakan itu disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda hingga keluarga.


Ia mengatakan, berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat tidak selalu disebabkan faktor dari luar. Tidak jarang persoalan tersebut muncul akibat perilaku masyarakat sendiri.


“Karena itu, mari kita sama-sama menjaga anak kemenakan kita. Dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menggunakan media sosial, kita harus mengedepankan raso jo pareso, etika, sopan santun, dan saling menghargai,” tegasnya.


M. Shadiq mengingatkan agar perkembangan teknologi dan media sosial dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif.


Menurutnya, kebebasan berekspresi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Jangan sampai media sosial justru menjadi ruang yang memicu konflik, perpecahan maupun memberikan pengaruh buruk terhadap generasi muda.


Sementara itu, tokoh pemuda sekaligus bagian dari Forum Pencegahan Terorisme dan Paham Berbeda Sumatera Barat, Bagas Triadmojo, mengapresiasi perhatian M. Shadiq Pasadigoe terhadap persoalan generasi muda.


“Kami berterima kasih dan mengapresiasi apa yang disampaikan Pak M. Shadiq Pasadigoe. Kita berharap generasi muda kita tidak mudah terkontaminasi oleh berbagai hal yang kurang baik,” kata Bagas.


Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan, karakter, etika serta kepedulian terhadap lingkungan sosial menjadi modal penting untuk membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.


Ia menilai Sosialisasi 4 Pilar MPR RI juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.


M. Shadiq menegaskan, menjaga Sumatera Barat dari berbagai ancaman bencana maupun persoalan sosial bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.


“Pemerintah menyiapkan kebijakan dan fasilitas, tetapi masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting. Dengan kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong, kita bisa mencegah berbagai persoalan sebelum menjadi musibah,” tutupnya. (Anggun)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top