![]() |
PADANG – Beragam cara dilakukan anak-anak untuk menyampaikan isi hati dan harapan mereka kepada pemimpin negeri. Di Rumah Baca Teras Talenta, Padang, puluhan anak menuangkan pikiran mereka melalui goresan pena dalam lomba Menulis Surat untuk Presiden, Selasa (25/8/2026).
Sebanyak 20 anak berusia 7 hingga 10 tahun ambil bagian dalam lomba tersebut. Mereka menulis surat dengan bahasa sederhana khas anak-anak, mulai dari ucapan terima kasih, harapan terhadap Indonesia, hingga keluhan mengenai persoalan yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas Rumah Baca Teras Talenta yang diikuti sekitar 50 anak. Dari jumlah tersebut, 35 anak ikut berpartisipasi dalam berbagai perlombaan yang digelar sepanjang hari.
Lomba Menulis Surat untuk Presiden tidak sekadar mencari pemenang. Kegiatan ini dirancang untuk melatih kemampuan menulis sekaligus membangun keberanian anak dalam menyampaikan aspirasi kepada pemimpin negara.
Setelah melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan tiga pemenang utama.
Juara pertama diraih Dara Ramadhani Putri. Dalam suratnya, Dara secara polos menyampaikan keluhan mengenai harga kebutuhan pokok dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Surat tersebut ditutup dengan pantun.
Keberanian Dara menyampaikan persoalan dengan bahasa yang lugas dan apa adanya menjadi salah satu hal yang menarik perhatian juri.
Sementara itu, Farhan Putra Dean berhasil meraih juara kedua. Surat yang ditulis Farhan dinilai rapi dan santun.
Dalam suratnya, Farhan menyampaikan terima kasih atas program MBG yang menurutnya membuat dirinya bisa belajar dengan sungguh-sungguh serta menjadi lebih sehat dan bugar. Ia juga melengkapi surat tersebut dengan pantun pada bagian penutup.
Juara ketiga diraih Alif Rizky Ramadhan. Surat Alif sarat dengan semangat nasionalisme.
Ia menuliskan ucapan terima kasih sekaligus harapan agar Indonesia menjadi negara yang semakin merdeka, nyaman, saling menghargai, dan saling menolong. Kreativitas Alif juga terlihat dari ornamen tulisan "MERDEKA" yang dihiasi gambar sederhana.
Manager Teras Talenta, Ranti Arastri, mengatakan dirinya bangga melihat keberanian anak-anak dalam menyampaikan isi hati melalui tulisan.
"Kami bangga. Anak-anak berani menulis bukan hanya ucapan terima kasih, tetapi juga menyampaikan harapan dan keluhan. Itu artinya mereka peduli dengan negara," kata Ranti.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa rumah baca dapat menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk menyampaikan suara dan gagasannya.
Sementara itu, seniman Taman Budaya, Yenny Ibrahim, yang baru kembali dari Singapura, menilai kejujuran bahasa anak-anak menjadi hal menarik dalam lomba tersebut.
"Yang menarik adalah kejujuran bahasanya. Ada yang menulis pantun, ada yang menggambar. Ini bukan sekadar lomba menulis, tetapi juga melatih kreativitas dan empati anak terhadap bangsa," ujarnya.
Mantan pengelola pertama Teras Talenta, Sri Mulyani, menyebut antusiasme anak-anak mengikuti kegiatan tersebut menjadi pertanda positif.
"35 anak ikut itu angka yang besar, meski yang bisa menulis lebih kurang 20 anak. Artinya anak-anak merasa didengar," katanya.
Ia berharap surat-surat yang telah ditulis anak-anak tersebut benar-benar dapat sampai kepada pemerintah dan menjadi catatan bahwa anak-anak juga memiliki pendapat mengenai kondisi bangsanya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang berbagai lomba riang gembira. Selain lomba menulis surat, anak-anak juga mengikuti permainan seperti lomba kelereng, tarik tambang, lomba tepung, dan sejumlah permainan lainnya.
Founder Rumah Baca Teras Talenta, Sastri Bakry, mengaku bangga melihat aktivitas di rumah baca tersebut yang semakin hari semakin berkembang.
Menurut Sastri, perkembangan Teras Talenta tidak hanya terlihat dari semakin banyaknya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan anak-anak senior untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan kegiatan.
Tiga anak senior Teras Talenta, yakni Lala, Regia, dan Olive, dipercaya menjadi panitia dalam kegiatan tersebut. Mereka mulai dilatih menjadi organizer dalam berbagai kegiatan yang digelar di Rumah Baca Teras Talenta.
Bagi Sastri, proses tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan di luar ruang kelas, yakni membentuk anak-anak agar berani, kreatif, mampu bekerja sama, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan bangsanya. (Rel)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih