![]() |
PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkolaborasi dengan Direktorat Periklanan Deputi Bidang Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf/Bekraf) RI menggelar pelatihan Adcamp: Skill Up Lap di Hall Inspektorat Padang Pariaman, Rabu (19/8/2026).
Pelatihan selama dua hari tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada akhir 2025.
Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih adaptif menghadapi perkembangan teknologi digital.
Kegiatan dibuka secara resmi Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang menjadikan Padang Pariaman sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program pemulihan ekonomi berbasis kreativitas, teknologi, dan media.
"Atas nama Pemkab Padang Pariaman, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Kami berharap pelatihan ini mampu membangkitkan semangat dan membantu pemulihan kondisi psikis masyarakat yang terdampak bencana," ujar Hendra.
Menurut Hendra, Sumatera Barat menjadi wilayah pertama dari tiga provinsi terdampak bencana yang dipilih untuk pelaksanaan program rekonstruksi berbasis kreativitas, teknologi, dan media. Program tersebut dinilai sejalan dengan visi dan misi Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis.
Ia mengatakan, penguatan kapasitas UMKM di Padang Pariaman saat ini diarahkan pada empat pilar utama. Pertama, memperluas digital marketing dengan mengoptimalkan pemasaran produk melalui berbagai platform digital.
Kedua, memperluas jangkauan pasar sehingga produk-produk lokal tidak hanya dikenal di daerah, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas.
Ketiga, membuka akses pembiayaan yang lebih mudah bagi pelaku UMKM guna mendukung pengembangan usaha. Keempat, mempercepat sertifikasi halal sebagai salah satu upaya meningkatkan legalitas dan daya saing produk di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami berharap pelatihan ini menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk bangkit kembali dan menggembleng daya saing produknya," katanya.
Sementara itu, Direktur Periklanan Kemenkraf, Andy Ruswar, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dalam mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, fashion, kriya atau kerajinan, desain, hingga arsitektur. Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Indonesian Digital Association (IDA), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), dan IRPIL.
Andy mengatakan, peserta dipilih dari masyarakat Padang Pariaman yang memiliki kemauan untuk berkembang dan mengembangkan kreativitas.
"Peserta dipilih dari masyarakat Padang Pariaman yang memiliki tekad kuat untuk maju dan berkreativitas. Gunakan kesempatan dua hari ini sebaik-baiknya untuk mendalami kewirausahaan digital, memahami tren ekonomi kreatif global, serta mempraktikkan langsung cara mempublikasikan produk secara efektif," jelas Andy.
Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti selama pelatihan, tetapi dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha masing-masing.
Dengan pemanfaatan teknologi digital, pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas promosi, membangun merek, menjangkau konsumen baru, sekaligus meningkatkan nilai jual produk lokal.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Padang Pariaman Anton Wira Tanjung, Ketua Badan Pengawas Periklanan P3I Dwi Hatmanto, Sekjen IRPIL Yudha Hari Radithe, Ketua Bidang Agensi IDA Yamra Prajna, serta Sekretaris Pengurus P3I Sumbar Yulviade.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai komunitas ekonomi kreatif tersebut, Padang Pariaman diharapkan tidak hanya mampu mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana, tetapi juga menjadi contoh daerah yang berhasil membangun kembali perekonomian masyarakat melalui kreativitas dan transformasi digital. (**/)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih