![]() |
| Gambar ilustrasi by google |
PADANG PARIAMAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada 11-13 September 2026.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya potensi pertumbuhan awan hujan yang dapat memicu hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah daerah.
Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau dalam press release tertanggal 10 September 2026 menyebutkan, kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi sejumlah pola gangguan cuaca, di antaranya Gelombang Rossby Ekuatorial, daerah pertemuan arus (konvergensi) serta belokan angin atau shearline yang aktif di wilayah Sumatera Barat.
Selain itu, anomali positif suhu muka laut di perairan barat Sumatera Barat turut mendukung meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan yang intensif di beberapa wilayah.
BMKG menetapkan sejumlah wilayah dalam kondisi SIAGA, yakni Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Pesisir Selatan dan Solok.
Sementara itu, kondisi WASPADA diberlakukan di Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, Sijunjung, Dharmasraya, Solok Selatan dan wilayah sekitarnya selama periode 11-13 September 2026.
BMKG mengingatkan kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.
Masyarakat diimbau mengenali titik-titik rawan bencana serta terus memperbarui informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas. Warga juga diminta segera mencari lokasi yang aman apabila terjadi hujan berintensitas tinggi dan berlangsung lama, terutama ketika terjadi peningkatan debit atau tinggi muka air sungai maupun munculnya material longsoran.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar melaporkan setiap kejadian bencana kepada petugas terkait dan mengikuti arahan dalam upaya penanggulangan bencana. Informasi cuaca dan peringatan dini Sumatera Barat dapat dipantau melalui InfoBMKG, Instagram @bmkgminangkabau, serta layanan WhatsApp Stasiun Meteorologi Minangkabau. (***/)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih