![]() |
PADANG PARIAMAN – Indo Jalito Peduli (IJP) bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman menyalurkan bantuan rehabilitasi dua rumah warga yang dinilai tidak layak huni sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di daerah itu.
Penyerahan bantuan dilakukan Selasa (8/9/2026) kepada Desi Novita, warga Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, dan Imas Karti, warga Nagari Sungai Buluah Timur, Kecamatan Batang Anai.
Rombongan IJP yang dipimpin Ibu Vina hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman Nita Christanti Azis, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran pemerintah kecamatan dan nagari.
Untuk rehabilitasi rumah Desi Novita, IJP memberikan bantuan sebesar Rp25 juta. Bantuan tersebut kemudian diperkuat Pemerintah Nagari Lubuk Alung sebesar Rp10 juta sehingga total dana yang tersedia mencapai Rp35 juta.
Sementara itu, bantuan untuk rehabilitasi rumah Imas Karti mencapai Rp43 juta yang dihimpun dari sejumlah pihak.
Dana tersebut terdiri atas bantuan IJP Rp25 juta, anggota IJP Rp1 juta, perkumpulan ibu-ibu di Malaysia Rp1,1 juta, Kasi Trantib Kecamatan Batang Anai Rp900 ribu, bantuan pribadi Ibu Vina Rp5 juta, serta dukungan Pemerintah Nagari Lubuk Alung Rp10 juta.
Kondisi rumah Imas Karti menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Ia bersama suami dan tiga anaknya selama ini tinggal di sebuah pondok kayu yang berada di tengah areal pertanian jagung.
Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena salah seorang anggota keluarga Imas merupakan penyandang disabilitas sehingga kebutuhan terhadap hunian yang layak menjadi semakin penting.
Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman Nita Christanti Azis mengatakan program bedah rumah dipilih karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat dan sejalan dengan gerakan PKK Peduli.
"Dari sekian bakti sosial yang dilakukan IJP Peduli, saya memilih bedah rumah karena ini sejalan dengan PKK Peduli," katanya.
Menurut Nita, penerima bantuan tidak ditetapkan begitu saja. Setiap calon penerima terlebih dahulu melalui proses verifikasi untuk memastikan kondisi rumah serta kejelasan status tanah yang ditempati.
Hal itu dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan proses rehabilitasi rumah dapat dilaksanakan dengan baik tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Nita menyebutkan program bedah rumah yang dilakukan bersama IJP tersebut kini telah menjangkau empat rumah warga di Kabupaten Padang Pariaman.
Dari empat rumah tersebut, dua di antaranya telah selesai dibangun, sedangkan dua rumah yang dikunjungi pada Selasa masih dalam tahap persiapan rehabilitasi setelah mendapatkan dukungan dana.
Perwakilan Indo Jalito Peduli, Emma Yohana, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian perempuan perantau terhadap masyarakat di kampung halaman.
Ia mengatakan meskipun para anggota IJP memiliki berbagai kesibukan di perantauan, mereka tetap berupaya menyisihkan waktu dan rezeki untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
"IJP menjadwalkan kegiatan bakti sosial sekitar tiga kali dalam setahun. Ada saudara-saudara kita, ada masyarakat kita yang menunggu uluran tangan dari kita," ujarnya.
Menurut Emma, kegiatan sosial tersebut tidak semata-mata bertujuan memberikan bantuan materi, tetapi juga menjadi sarana bagi para perantau untuk kembali menyapa dan mempererat hubungan dengan kampung halaman.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengapresiasi kepedulian IJP bersama seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program tersebut.
Kolaborasi antara organisasi masyarakat, perantau, pemerintah daerah, pemerintah nagari dan berbagai pihak diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memiliki rumah yang layak, aman dan nyaman.
Program bedah rumah itu sekaligus menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong, sekaligus membuka harapan baru bagi keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan. (***/)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih