Roni Okdiarto Gerak Cepat, Baru 4 Hari Jadi Wali Nagari Langsung Bidik Nol Stunting

0

 


PADANG SAGO – Baru empat hari menjalankan tugas sebagai Wali Nagari Koto Dalam Barat, Kecamatan VII Koto Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Roni Okdiarto, S.Kom langsung memasang target serius di bidang kesehatan.


Roni bertekad menekan angka stunting di wilayahnya hingga mencapai nol kasus. Tekad tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Rembuk Stunting Nagari Koto Dalam Barat yang digelar di Kantor Wali Nagari Koto Dalam Barat, Kamis (3/9/2026).


Menurut Roni, persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah nagari. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama para kader kesehatan yang berada langsung di tengah masyarakat.


“Kita harus melakukan upaya agar angka stunted maupun stunting menjadi nol di nagari kita. Untuk itu, saya yang baru empat hari bertugas ini meminta kerja sama semua pihak, terutama para kader kesehatan,” ujar Roni dalam sambutannya.


Dalam rembuk tersebut terungkap, berdasarkan hasil pengukuran pada Agustus 2026, terdapat 10 anak yang masuk kategori stunted di Nagari Koto Dalam Barat.


Sepuluh anak tersebut tersebar di empat korong yang ada di Nagari Koto Dalam Barat.


Roni mengatakan, data tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah nagari bersama seluruh pemangku kepentingan. Rembuk stunting, kata dia, menjadi momentum untuk menyusun langkah konkret dalam menurunkan angka tersebut.


“Dari rembuk ini kita akan mendapatkan program yang akan kita laksanakan pada tahun depan guna menurunkan angka stunted tersebut hingga menjadi nol,” tegasnya.


Namun, Roni menekankan bahwa rembuk yang dilaksanakan tersebut tidak semata-mata membahas persoalan stunting.


Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses penggalian gagasan masyarakat yang nantinya dapat dijadikan bahan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nagari.


Karena itu, Roni membuka ruang seluas-luasnya bagi para kader dan masyarakat untuk memberikan kritik, saran maupun masukan terhadap penyelenggaraan pemerintahan nagari.


“Saya berharap kritikan, saran dan masukan dari ibu-ibu kader dalam menjalankan roda pemerintahan nagari ini, terutama terkait kesehatan serta segala fungsi kader,” tuturnya.


Senada dengan Roni, Camat VII Koto Padang Sago, Zarmiati, S.AP, berharap hasil rembuk tersebut benar-benar menjadi acuan bagi pemerintah nagari dan Badan Musyawarah (Bamus) Nagari dalam menyusun program pembangunan ke depan.


Ia menilai, berbagai masukan yang muncul dalam rembuk dapat menjadi bahan penting dalam penyusunan RPJM Nagari maupun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari.


Sementara itu, Kepala Puskesmas VII Koto Padang Sago, Bd. Elfi Harlis, S.ST, menekankan pentingnya peran kader kesehatan dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam penyediaan data kesehatan masyarakat.


“Saya meminta para kader betul-betul mengoptimalkan tugas dan fungsinya sehingga output data yang dihasilkan bermanfaat bagi pemerintahan nagari,” ujar Elfi.


Menurutnya, data yang akurat dan diperoleh melalui pelaksanaan tugas kader secara optimal sangat dibutuhkan sebagai dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan dan program kesehatan.


Rembuk Stunting Nagari Koto Dalam Barat tersebut dihadiri Camat VII Koto Padang Sago, Kepala Puskesmas VII Koto Padang Sago, Pendamping Desa Kecamatan VII Koto Padang Sago, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Koto Dalam Barat, bidan desa, Bamus Nagari Koto Dalam Barat, Pendamping Lokal Desa, kepala sekolah SD dan PAUD, serta para kader kesehatan Nagari Koto Dalam Barat.


Dengan adanya rembuk tersebut, pemerintah nagari berharap persoalan stunting tidak hanya menjadi bahan pembahasan, tetapi berlanjut menjadi program nyata yang mampu memperbaiki kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak di Nagari Koto Dalam Barat. (***/YE)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top