![]() |
PADANG PARIAMAN – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB) dengan melibatkan masyarakat hingga ke tingkat nagari.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengoptimalkan peran kader melalui Sosialisasi Peran Kader pada Nagari Siaga Tuberkulosis Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Rabu (4/11/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara, menegaskan bahwa penanganan penyakit TB tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan, penemuan kasus hingga pendampingan pasien dapat berjalan maksimal.
Menurut Hendra, sektor kesehatan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun masyarakat yang produktif, berkualitas, dan memiliki daya saing.
Karena itu, kader PKK, Posyandu, serta kader kesehatan di nagari diharapkan mengambil peran lebih aktif. Kedekatan mereka dengan masyarakat menjadi modal penting untuk memberikan edukasi, mengenali gejala awal TB, sekaligus mengajak warga segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Persoalan Tuberkulosis bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dibutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, camat, wali nagari, kader hingga masyarakat," pesannya.
Hendra juga meminta camat, wali nagari, dan seluruh kader bersinergi mendorong terbentuknya Nagari Siaga Tuberkulosis. Dengan adanya gerakan tersebut, penanganan TB diharapkan lebih terarah, mulai dari pencegahan, penemuan kasus, pendampingan hingga memastikan penderita menjalani pengobatan secara tuntas.
Tak kalah penting, ia mengingatkan para kader agar memberikan dukungan moral kepada warga yang sedang menjalani pengobatan. Pasalnya, keberhasilan penyembuhan TB membutuhkan kedisiplinan pasien dalam mengikuti pengobatan sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
Hendra turut mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun perlakuan diskriminatif terhadap penderita TB. Sebaliknya, pasien membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan agar tetap bersemangat menjalani pengobatan hingga sembuh.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Efriyeni, menjelaskan sosialisasi tersebut berlangsung selama dua hari dengan membagi peserta menjadi dua angkatan.
Angkatan pertama diikuti 104 peserta, sedangkan angkatan kedua sebanyak 102 peserta. Seluruhnya merupakan kader siaga nagari yang dipersiapkan menjadi penggerak penanggulangan TB di lingkungan masing-masing.
Menurut Efriyeni, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader tentang penyakit Tuberkulosis, memperkuat pengetahuan mengenai tugas dan fungsi kader Nagari Siaga, serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam mendukung penanganan TB di Kabupaten Padang Pariaman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, dr. Engga, bersama jajaran.
Melalui sosialisasi ini, Pemkab Padang Pariaman berharap para kader mampu menjadi penghubung yang efektif antara masyarakat dan tenaga kesehatan. Dengan begitu, gejala TB dapat lebih cepat dikenali, penderita segera mendapatkan pelayanan, dan proses pengobatan dapat terus dipantau.
Upaya memerangi TB memang tidak cukup hanya dengan obat-obatan dan pelayanan medis. Kesadaran masyarakat, kepedulian lingkungan, serta keterlibatan kader hingga tingkat nagari menjadi bagian penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit tersebut. (***/R)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih