![]() |
PADANG PARIAMAN – Pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana di Kabupaten Padang Pariaman mulai digenjot.
Kali ini, dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) direalisasikan dalam bentuk tujuh program pembangunan yang tersebar di enam nagari.
Untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan pelaksanaannya sesuai kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap sejumlah kegiatan pembangunan.
Monitoring melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Minggu (8/11/2026).
Kepala DPMD Padang Pariaman, Nurhayati Mila, mengatakan bantuan Kemendes PDT tersebut menjadi salah satu upaya mempercepat pemulihan fasilitas publik di nagari yang terdampak bencana.
Menurutnya, bantuan telah direalisasikan untuk tujuh kegiatan pembangunan di enam nagari. Program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan dan usulan masing-masing nagari agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Adapun tujuh kegiatan itu meliputi perbaikan fasilitas PAUD di Nagari Malai V Suku, perbaikan jembatan di Nagari Batu Gadang dan Toboh Gadang Barat, serta perbaikan sanitasi di Nagari Sintuk.
Selanjutnya, Nagari Anduriang mendapatkan dua program, yakni perbaikan PAUD dan pembangunan sumber air bersih, sedangkan Nagari Parit Malintang memperoleh bantuan untuk pengelolaan sampah.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, Nagari Sintuk menjadi salah satu lokasi peninjauan. Tim melihat langsung proses pengerjaan perbaikan sanitasi guna memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan.
Nurhayati menyebutkan, besaran anggaran setiap kegiatan bervariasi, disesuaikan dengan kebutuhan dan usulan masing-masing nagari.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Padang Pariaman, Roza Suhendra, M.CIO, mengingatkan pemerintah nagari penerima bantuan agar tidak hanya fokus pada penyelesaian pembangunan, tetapi juga memperhatikan pemeliharaan fasilitas setelah selesai dikerjakan.
Ia menilai bantuan tersebut merupakan kesempatan penting untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik yang terdampak bencana.
Karena itu, masyarakat dan pemerintah nagari harus bersama-sama menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Padang Pariaman, Andri Satria Masri, menegaskan setiap program harus dilaksanakan sesuai prosedur, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Dukungan pemerintah pusat tersebut, katanya, harus disyukuri dengan memastikan seluruh kegiatan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, Wali Nagari Sintuk, Desrial, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemkab Padang Pariaman yang telah memperjuangkan bantuan pembangunan bagi nagarinya.
Ia menyebutkan, pengerjaan perbaikan sanitasi di Nagari Sintuk saat ini telah mencapai sekitar 30 persen.
Pihaknya berharap pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga fasilitas sanitasi yang dibangun nantinya bisa segera dimanfaatkan masyarakat.
Monitoring pemerintah daerah juga dinilai penting sebagai bentuk pendampingan sekaligus pengawasan terhadap pelaksanaan program di tingkat nagari.
Melalui bantuan tersebut, Pemkab Padang Pariaman berharap pemulihan infrastruktur pascabencana dapat berjalan lebih cepat.
Sebab, pembangunan bukan sekadar memperbaiki fasilitas yang rusak, tetapi juga mengembalikan kenyamanan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat di nagari terdampak.
Sumber : Rilis Kominfo Padang Pariaman


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih