SMKN 1 Sijunjung Gelar Workshop Penulisan Buku, Guru dan Siswa Diajak Abadikan Kisah Perjuangan Orang Tua

0

SIJUNJUNG – SMK Negeri (SMKN) 1 Sijunjung terus mendorong peningkatan budaya literasi di lingkungan sekolah. 


Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Workshop Penulisan Buku bagi guru dan siswa selama dua hari, Rabu hingga Kamis (4–5/11/2026).


Kegiatan yang berlangsung di ruang serbaguna SMKN 1 Sijunjung tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Suryanto, S.Pd., M.Pd. 


Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah positif dalam membangun kebiasaan menulis sekaligus mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir guru maupun siswa.


Hal itu disampaikan Suryanto saat menghadiri workshop yang dibuka langsung Kepala SMKN 1 Sijunjung, Addurorul Muntatsiroh, M.Pd. 


Kegiatan tersebut menghadirkan Pimpinan Pustaka Artaz, Armaidi Tanjung, yang juga menjabat Sekretaris SatuPena Provinsi Sumatera Barat sebagai narasumber.


Suryanto mengatakan, menulis memiliki banyak manfaat. Namun, kemampuan menuangkan gagasan dan pengalaman ke dalam tulisan yang baik dan menarik bukanlah sesuatu yang dimiliki setiap orang. 


Menurutnya, banyak orang pandai berbicara, tetapi belum tentu mampu menyampaikan pemikirannya melalui tulisan.


Ia kemudian mengingatkan peserta tentang sejumlah tokoh besar asal Sumatera Barat yang turut meletakkan fondasi bangsa Indonesia. 


Mereka dikenal bukan hanya sebagai pemikir, tetapi juga pencinta buku dan penulis produktif. Salah satunya Bung Hatta yang tetap membawa banyak buku ketika diasingkan pemerintah kolonial Belanda ke Boven Digoel, Papua.


Selain itu, Suryanto juga mencontohkan Buya Hamka yang tetap produktif menulis meskipun berada di balik jeruji penjara pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. 


Di tengah keterbatasan tersebut, Hamka justru berhasil menulis Tafsir Al-Azhar, karya monumental yang hingga kini masih menjadi rujukan dan dibaca masyarakat luas.


Sementara itu, Kepala SMKN 1 Sijunjung, Addurorul Muntatsiroh, menjelaskan workshop tersebut diikuti 40 peserta, terdiri atas 15 guru dan 25 siswa. 


Mengusung tema Menulis Memoar Perjuangan Ayah dan Ibu: Kisah Mereka, Cerita Kita, kegiatan ini mengajak peserta menggali pengalaman dan perjuangan orang tua untuk diabadikan dalam bentuk buku.


Perempuan yang akrab disapa Mumun itu berharap workshop tidak sekadar menjadi kegiatan pelatihan, tetapi mampu melahirkan sebuah buku karya bersama guru dan siswa. 


Setiap peserta didorong menuliskan pengalaman berkesan tentang sosok ayah dan ibu, termasuk perjuangan, pengorbanan, serta nilai-nilai kehidupan yang mereka wariskan. 


Narasumber Armaidi Tanjung turut memotivasi peserta agar berani memulai menulis, sebab pengalaman menyenangkan maupun tidak menyenangkan sekalipun dapat menjadi bahan tulisan yang bernilai. 


Antusiasme peserta pun mulai terlihat dengan munculnya sejumlah guru yang berani menuangkan pengalaman mereka ke dalam tulisan, meskipun sebelumnya belum pernah menghasilkan karya tulis. (R/\*)


Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top