Tokoh Masyarakat Kota Pariaman H.Syahril Amiruddin : Mari Siapkan Diri Menghadapi Bulan Ramadhan. -->

Tokoh Masyarakat Kota Pariaman H.Syahril Amiruddin : Mari Siapkan Diri Menghadapi Bulan Ramadhan.

Minggu, 29 Mei 2016, 08.28.00

Pariaman,BANGUNPIAMAN.COM---Bulan ramadhan tinggal menghitung hari, untuk itu marilah mempersiapkan diri, diawali dengan saling maaf memaafkan guna membersihkan jiwa dari segala dosa yang terjadi akibat kesalahan dan kekhilafan sepanjang kita berinteraksi sebagai sesama hamba Allah

 “Marilah kita mempersiapkan diri secara maksimal melalui aspek ruhiyah, fikriyah, mental, fisik. Aspek ruhiyah dapat kita persiapkan dengan memperbanyak ibadah, seperti qiyamullail, shalat tarawih, membaca Alquran, i’tikaf, berdzikir, berdoa dan sebagainya. Persiapan fikriyah bisa dengan mendalami ilmu, terutama yang terkait ibadah Ramadhan. Persiapan mental juga perlu dilakukan agar bulan Ramadhan bisa menjadi momentum memperbaiki diri dan menghilangkan penyakit bathin, seperti fitnah, dengki, takabbur, dan lain-lain. Sedangkan aspek fisik dan materi dapat diperkuat dengan senantiasa menjaga kesehatan," kata H.Syahril Amiruddin kepada www.bangunpiaman.com, Minggu (29/05).

Menurut H.Syahril Amiruddin, agar puasa kita lebih sempurna untuk itu marilah kita semua meluruskan dan menguatkan niat untuk memanfaatkan bulan Ramadhan tahun ini agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, seraya kita tinggalkan semua perbuatan dan semua hal yang bisa membuat kita berdosa di hadapan Allah SWT.

 “Kita ajak istri, anak, dan keluarga kita untuk menghidupkan bulan Ramadhan penuh berkah ini dengan berbagai aktivitas bermanfaat, karena Rasulullah SAW membangunkan istri dan anak-anaknya untuk menghidupkan malam-malam bulan Ramadhan.Mari kita makmurkan masjid, meunasah, dan tempat-tempat ibadah dengan ibadah fardhu berjamaah," tambah staf ahli DPR-RI itu.

Mari Saling Menghormati

Sehubungan masuknya awal ramadhan berbeda antara kaum muhammadiyah dan kaum syatariah, hendaknya  kita selaku umat Islam bisa saling menghormati dan saling menghargaai. Perbedaan itu wajar. Bagi yang berpuasa sesuai arahan dari sidang isbat kita hormati, yang berpuasa melihat bulan juga harus kita hormati. Jadi yang terpenting itu kita harus tetap saling menghormati yang sudah dipertahankan masyarakat Pariaman selama berpuluh-puluh tahun silam.

DARWISMAN

TerPopuler