Am Hendro Priyono : Sudahlah Jangan Terus Menggonggong Pemerintah Kita Sendiri. Archandra Tahar Orang Awak (Piaman ) Indonesia Asli

Am Hendro Priyono : Sudahlah Jangan Terus Menggonggong Pemerintah Kita Sendiri. Archandra Tahar Orang Awak (Piaman ) Indonesia Asli

Senin, 15 Agustus 2016, 11.48.00


Menanggapi isu Menteri ESDM Archandra Tahar memiliki paspor ganda yaitu Indonesia dan Amerika yg beredar di medsos dan media online. Maka Am Hendro Priyono menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terbawa arus kebencian terhadap anak bangsa kita sendiri.Berikut pernyataannya selengkapnya

Dia terpilih sebagai menteri karena kecerdasannya, karena memiliki prestasi yang gemilang. Dia aset bangsa kita sendiri yang sangat berharga. Dia orang awak, anak Padang bangsa Indonesia asli. Dia terkenal d AS sabagai seorang genius, yg memiliki enam hak paten internasional ESDM dr penemuan2 teknis hasil risetnya sendiri dibeberapa negara bagian di Amerika.

Dia rela meninggalkan Amerika Serikat dengan gaji milyaran rupiah sebulan,
Dia siap dipanggil pulang untuk ikut membangun negerinya sendiri, walau hanya dengan gaji Rp 40 jutaan per bulan..Lihat prestasi gemilang pemuda ini! Dia pernah menjadi Presiden Direktur Petroneering Houston d Texas AS dan berbagai perusahaan internasional dan multinasional.

Archandra murid paling brilian kesayangan Ed Horton, si genius dan inventoroffshore technology AS yg terkenal.. Ed Horton adalah tokoh legendaris dunia di bidang offshore. Arcandra berilmu dan berpengalaman secara teknikal maupun komersial, dalam pengembangan lapangan oil and gas di offshore

Apa kita tidak bangga punya anak bangsa seperti ini?. Soal dwikewarganegaraan, Loh emangnya kenapa orang mempunyai dwikenegaraan, bukan tindak pidana!
Hanya jika hal itu diketahui, maka dia harus ditanya mau terus jadi WNI atau tidak? Kan dia sudah pilih jadi WNI, terus apa lagi?

Tidak usah Menteri, semua juga harus pilih, karena Indonesia tidak menganut dwikewarganegaraan.Archandra juga dihadapkan pada dua pilihan, memilih paspor yang mana, Indonesia atau Amerika. Dia sudah memilih Indonesia, maka paspor AS-nya harus diserahkan kepada pihak pemberi paspor yaitu imigrasi AS.

Dia dulu dengan memegang paspor Amerika Serikat, jadi bisa memiliki akses yang lebih mudah dan lebih luas bergerak.Dalam bidang riset dan teknologi di berbagai negara di dunia. Maka pengetahuannya luas. Kalau dia tidak merantau dengan cara begitu bisa cuma jadi katak dalam tempurung seperti yang pada clometan di medsos itu

Soal dwikewarganegaraan Archandra sudah selesai masalahnya. Dia org yang sangat tepat yang dibutuhkan bangsa kita.Yang pada meributkan itu apa lebih pintar dari Archandra? Tong kosong memang nyaring bunyinya. Sudahlah jangan terus menggonggong pemerintah kita sendiri. Sehingga anak kandung yang sudah ada di pangkuan kita ini dilepaskan, hanya karena merindukan beruk yang di hutan.

Lihat dong orang cerdas seperti Sri Mulyani ketika kita lepas, langsung diambil oleh World Bank. Begitu pula kalau kita melepas Archandra, pasti akan diserobot oleh bangsa lain. Dengan ribut hanya karena urusan sekunder, kita justru bisa dihempas masalah primer yaitu “brain-drained”.Kekeringan orang-orang cerdas, karena mereka pada lari bekerja di luar negeri atau dibajak bangsa lain..Jangan bersikap bodoh! (**)

Check out AM Hendropriyono (@edo751945): https://twitter.com/edo751945?s=09

TerPopuler