Wako Mukhlis Rahman : Bela Negara Harus Dimulai Dari Diri Sendiri

Wako Mukhlis Rahman : Bela Negara Harus Dimulai Dari Diri Sendiri

Senin, 19 Desember 2016, 16.56.00
Pariaman,BANGUNPIAMAN.COM--Dengan momentum Hari Bela Negara di Kota Pariaman ini, mari bersama-sama senantiasa berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai dengan peran dan profesi kita masing-masing sebagai wujud keikutsertaan kita dalam upaya bela negara.

Hendaknya nilai-nilai bela negara harus dimulai dari diri sendiri, dari hal yang terkecil dan mulai saat ini, mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan pekerjaan, sehingga menjadi kesadaran bersama bagi kita.

Demikian disampaikan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam sambutannya pada upacara peringatan Hari Bela Negara di Kota Pariaman tahun 2016, di Halaman Balaikota Pariaman, Senin (19/12/2016).
"Ditetapkannya tanggal 19 Desember sebagai hari Bela Negara karena pada 19 Desember 1948 dibentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Mr. Syafruddin Prawiranegara di Sumatra Barat," kata Mukhlis Rahman.

Turut Hadir dalam acara ini Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar, Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldi, Kasdim 0308 Pariaman Mayor Marjoni M, Sekdako Indra Sakti, Ketua TP PKK Ny. Reni Mukhlis, Ketua GOW Ny. Lucy Genius, Ketua DWP Kartini Indra, Kepala SKPD, Kabag, Camat, Kepala Desa/Lurah dan ASN peserta upacara yang hadir
Pada saat itu, tambahnya, para pahlawan bangsa terdahulu mempertaruhkan jiwa raganya untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah-tengah guncangan Agresi Militer Belanda II.

" PDRI mampu menunjukan eksistensi republik yang dinyatakan telah hilang oleh Belanda. Alhasil, propaganda negatif Belanda mentah dan menjadi titik balik bagi perjanjian baru, Roem-Royen, yang berakhir pada pengakuan kedaulatan RI oleh PBB," terangnya.

Menurutnya, keberadaan PDRI ini penting untuk menekankan kontinuitas Republik ini. Kalau tak ada PDRI, maka RI secara hukum sudah tak ada lagi. Karena pemimpin RI seperti Soekarno dan Hatta ditawan Belanda di dua tempat yang terpisah di Sumatera."Dan secara teori salah satu prasyarat diakuinya eksistensi satu negara adalah ada dan tegaknya pemerintahan," tambahnya.

Lebih lanjut Wali Kota Pariaman mengatakan kemajemukan bangsa bukanlah halangan untuk mewujudkan semangat bela negara. Kebhinneka tunggal-ikaan justru akan bisa memperkuat kecintaan kita pada bangsa dan negara, sehingga dapat membangun kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi tantangan-tantangan bangsa kita ke depan.



WIS/HMS

.

TerPopuler