Kadis PMPTP Hendra Aswara : Butuh Teknologi Tepat Guna Untuk Mengolah Produk Lokal Unggulan

Kadis PMPTP Hendra Aswara : Butuh Teknologi Tepat Guna Untuk Mengolah Produk Lokal Unggulan

Senin, 11 Desember 2017, 18.51.00
Kadis PMPTP Hendra Aswara memberikan sosialisasi pemanfaatan teknologi dalam pengolahan pangan lokal di Pasar Kasang, Batang Anai, Jumat 8 Desember 2018 ( Fhoto Humas )
Batang Anai, BANGUNPIAMAN.COM--Pengolahan produk pangan lokal dari bahan baku menjadi bahan jadi memerlukan rekayasa teknologi yang modern. Diketahui banyak sekali hasil pangan lokal masyarakat yang belum diolah maksimal karena masih menggunakan cara konvensional.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara mengatakan, butuh teknologi tepat guna untuk mengolah produk lokal unggulan, seperti ubi kayu, jagung, pepaya memiliki peluang pasar yang menjanjikan apabila diolah menjadi produk layak konsumsi masyarakat.

"Misal pepaya menjadi saus, ubi menjadi mie dan jagung untuk pakan ternak. Semua butuh sentuhan teknologi, untuk kesejahteraan masyarakat," kata Kadis Hendra Aswara pada acara sosialisasi prototipe teknologi tepat guna di Pasar Kasang, Batang Anai, Jumat (8/12/2017). Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat.

Hendra mengatakan, penggunaan produk ubi kayu untuk pembuatan mi akan sangat membantu pemerintah dalam mengurangi komoditas impor gandum. Apalagi harga gandum dunia sedang melonjak tinggi yang juga akan mempengaruhi daya beli masyarakat. "Kita optimis, ubi jadi bahan baku pembuatan mie lebih diminati masyarakat. Harga terjangkau dan juga lebih sehat. Petani pun menikmati," ujar Kadis yang pernah menjabat Kabag Humas itu.

Pada kesempatan itu diperagakan sebuah mesin pencetak mi tanpa gandum yang diproduksi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Adapun produksi dalam satu jam sebanyak 30 kg. Sementara harga satu unit mesin pencetak mi itu seharga Rp60 juta.

Ia berharap nanti nantinya dapat dianggarakan pada APBD atau melalui dana pokok pikiran anggota DPRD.
"Kita coba untuk anggarkan untuk kelompok IKM. Insyaallah didukung oleh Bapak Bupati dan DPRD," kata alumni STPDN Angkatan XI itu (***/IB).

TerPopuler