MBG di Agam: Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Sehat dan Berdaya Saing

0


AGAM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan di Kabupaten Agam pada Senin (3/11/2025). Kegiatan ini bertujuan memperluas penerima manfaat sekaligus menegaskan komitmen pemerintah terhadap pemenuhan gizi anak bangsa.


Sosialisasi berlangsung di Aula Pasar Rakyat Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, pada Jumat (31/10). Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rizki Pratama, Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Rahma Dewi Auliya Sari, serta ratusan warga setempat.


Dalam sambutannya, Ade Rizki Pratama menyampaikan bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing secara global. Menurutnya, keberhasilan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.


“Presiden bisa membangun jalan dan infrastruktur dalam tiga tahun, tapi membangun anak-anak yang cerdas, sehat, dan mampu memberikan kehidupan yang baik untuk keluarganya membutuhkan waktu jauh lebih lama,” ujarnya.


Lebih lanjut, Ade menjelaskan bahwa MBG hadir untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak, terutama bagi mereka yang belum tercukupi kebutuhan gizinya di rumah. Ia menekankan, makan bergizi bukan berarti mewah, melainkan berfokus pada keseimbangan dan kecukupan zat gizi.


“Tujuan utamanya bukan rasa, tapi pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak. Karena setiap anak memiliki selera dan porsi yang berbeda,” tambahnya.


Selain berperan dalam peningkatan gizi masyarakat, Ade menilai program MBG juga mampu memperkuat ekonomi daerah. Ia mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal dan pelibatan petani, nelayan, serta pelaku UMKM melalui pembentukan Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG).


“Jika SPPG tumbuh di setiap wilayah, roda ekonomi akan berputar di daerah sendiri. Hasil pertanian dan perikanan lokal akan terserap, dan masyarakat sekitar ikut sejahtera,” jelasnya.


Sementara itu, Rahma Dewi Auliya Sari dari BGN menjelaskan bahwa MBG juga berperan penting dalam mengatasi masalah gizi seperti stunting dan anemia, sekaligus membuka lapangan kerja baru di tingkat lokal.


“Satu dapur SPPG bisa memberdayakan puluhan relawan dari kalangan ibu rumah tangga, sementara petani dan UMKM dapat menjual hasil produksinya. Dengan begitu, ekonomi lokal ikut bergerak,” terangnya.


Ia menambahkan, pelaksanaan program MBG dilakukan melalui sinergi antara BGN, BUMDes, koperasi, dan masyarakat lokal sebagai bagian dari rantai pasok bahan pangan.


“Mari kita dukung Program Makan Bergizi Gratis agar cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat terwujud melalui lahirnya generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tutupnya. (Anggun)

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top