Bupati JKA Gandeng PT Semen Padang, Percepat Pemulihan Infrastruktur dan Dukung Pacu Kuda Padang Pariaman

0

 

Bupati bersama Wabup melakukan pertemuan dengan Direktur PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, beserta jajaran manajemen, di sebuah rumah makan 


PADANG PARIAMAN,- Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) terus bergerak membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan daerah pascabencana. 


Salah satu langkah strategis dilakukan melalui pertemuan hangat bersama Direktur PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, beserta jajaran manajemen, di sebuah rumah makan di Padang Pariaman, Rabu (04/02/2026), kemarin.


Suasana pertemuan berlangsung santai namun penuh substansi. Di balik jamuan makan siang tersebut, terselip pembahasan serius mengenai masa depan pembangunan Padang Pariaman, khususnya di wilayah-wilayah yang masih berjuang bangkit akibat dampak bencana alam.


Bupati JKA hadir didampingi Wakil Bupati Rahmat Hidayat serta sejumlah kepala perangkat daerah. Kehadiran lengkap jajaran pemerintah daerah ini menunjukkan bahwa agenda yang dibicarakan bukan sekadar silaturahmi, melainkan pembahasan konkret terkait kebutuhan masyarakat.


Dalam dialog tersebut, JKA menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Menurutnya, percepatan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan multipihak, termasuk perusahaan besar yang beroperasi di Sumatera Barat.


Ia pun berharap PT Semen Padang dapat berkontribusi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR). Program tersebut dinilai sangat relevan untuk membantu penyediaan infrastruktur dasar yang mendesak dibutuhkan masyarakat terdampak bencana.


Salah satu usulan prioritas yang disampaikan adalah pembangunan jembatan gantung di beberapa titik strategis. Infrastruktur ini dinilai vital karena menjadi penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga yang selama ini terganggu.


Jembatan Sipisahan di Nagari Anduring, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, menjadi contoh paling mendesak. Hingga kini, masyarakat masih kesulitan beraktivitas karena akses yang belum sepenuhnya pulih.


“Memang usulan dan data kerusakan sudah masuk dalam dokumen R3P Padang Pariaman dan akan dibantu pemerintah pusat. Namun waktunya masih tentatif. Ini menjadi tanggung jawab moral kita bersama. Kalau bisa dipercepat melalui dukungan pihak lain, tentu jauh lebih baik,” ujar JKA.


Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan pragmatis sekaligus solutif. Bupati tidak ingin masyarakat terlalu lama menunggu proses birokrasi, sehingga membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta sebagai alternatif percepatan.


Tak hanya soal infrastruktur fisik, JKA juga mengajak PT Semen Padang berperan dalam mendukung kegiatan sosial budaya daerah. Ia menawarkan kemitraan untuk menyukseskan event Pacu Kuda Padang Pariaman yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Maret 2026.


Bagi masyarakat Padang Pariaman, Pacu Kuda bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari identitas budaya dan penggerak ekonomi lokal. Event ini selalu menarik ribuan pengunjung dan berdampak pada perputaran ekonomi UMKM, pedagang, hingga sektor pariwisata.


Sejak awal kepemimpinan JKA–Rahmat Hidayat, Pacu Kuda telah ditetapkan sebagai event strategis daerah. Karena itu, dukungan sponsor dan mitra perusahaan dinilai penting agar penyelenggaraannya semakin profesional dan berdampak luas.


Menanggapi berbagai usulan tersebut, Direktur PT Semen Padang Pri Gustari Akbar memberikan respons positif. Ia menyampaikan apresiasi atas ajakan kerja sama dan menyatakan pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan holding perusahaan.


Menurutnya, setiap program CSR harus dibahas secara matang di tingkat direksi agar tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Ia memastikan usulan dari Pemkab Padang Pariaman akan menjadi pembahasan khusus.


Sebagai bentuk keseriusan, Bupati JKA secara resmi menyerahkan proposal pembangunan jembatan gantung serta dukungan kegiatan Pacu Kuda kepada Direktur PT Semen Padang. Penyerahan tersebut menjadi tindak lanjut konkret, sekaligus simbol komitmen kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.


Pertemuan ini menegaskan satu hal: percepatan pembangunan tidak cukup hanya dengan rencana, tetapi membutuhkan kemitraan nyata. 


Dengan sinergi seperti ini, harapan masyarakat Padang Pariaman untuk bangkit lebih cepat pascabencana bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah yang mulai diwujudkan. (***/)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top