Pemko Pariaman Perkuat Sinergi Investasi, Yota Balad Hadiri Rakor BP BUMN di Jakarta

0

 


PARIAMAN — Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menghadiri rapat koordinasi bersama Kepala Badan Pengaturan BUMN yang juga Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN. Kegiatan tersebut digelar di Kantor BP BUMN, Jl. Medan Merdeka Selatan No.13, Rabu siang (15/4/2026).


Rapat yang diinisiasi oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, ini diikuti seluruh bupati dan wali kota se-Sumatera Barat. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus penguatan ekonomi daerah melalui peran aktif BUMN.


Dalam rakor tersebut, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan utama, mulai dari percepatan investasi hingga pengembangan sektor unggulan daerah. Di antaranya hilirisasi komoditas kelapa dan gambir, rencana akuisisi pabrik kelapa, pengembangan kawasan kuliner tematik, hingga penguatan sektor pariwisata dan dukungan terhadap proyek infrastruktur strategis.


Dony Oskaria menegaskan bahwa investasi menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang saat ini dinilai masih relatif rendah. Menurutnya, masuknya investasi ke sektor-sektor produktif perlu dipercepat agar daerah tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi regional.


“Percepatan investasi diperlukan agar Sumbar tidak tertinggal. Saat ini, investasi belum optimal masuk ke sektor-sektor produktif,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya investasi yang bersifat padat karya, sehingga memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah. Selain itu, pemerintah daerah didorong untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberikan kepastian bagi para investor.


Lebih lanjut, ia menyebut bahwa keberhasilan investasi sangat ditentukan oleh dukungan terhadap hilirisasi, kesiapan infrastruktur, serta ekosistem investasi yang kuat. Investasi yang masuk, katanya, harus mampu melibatkan tenaga kerja lokal dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.


“Investasi tidak cukup hanya hadir di atas kertas, tetapi harus membuka lapangan kerja dan meningkatkan penerimaan daerah,” tegasnya.


Ia pun menilai Sumatera Barat memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama pada sektor hilirisasi kelapa dan gambir, pengembangan pariwisata, kawasan kuliner tematik, serta berbagai proyek infrastruktur strategis yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. (**/)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top