![]() |
PADANG PARIAMAN, - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman resmi meluncurkan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Integrasi Layanan Primer (ILP) Sedap Malam di Puskesmas Talao Mundam, Kecamatan Batang Anai, Senin (13/4/2026) pagi.
Program ini menjadi tonggak penting transformasi Posyandu dari layanan kesehatan dasar menjadi pusat pelayanan terpadu berbasis komunitas.
Peresmian dilakukan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK setempat.
Dalam sambutannya, Nita menegaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas fungsi Posyandu.
Tidak lagi hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, Posyandu kini mencakup enam bidang layanan dasar, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum (trantibumlinmas).
“Transformasi ini menandai perubahan Posyandu dari layanan kesehatan dasar menjadi pusat pelayanan terpadu yang mencakup enam bidang SPM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peran kader Posyandu kini semakin luas. Selain melakukan pendataan kesehatan ibu dan anak, kader juga menerima serta mencatat berbagai keluhan masyarakat, mulai dari persoalan sosial, rumah tidak layak huni, hingga kondisi keamanan lingkungan.
Seluruh data yang dihimpun tersebut akan diteruskan kepada perangkat daerah terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, hingga Satpol PP, untuk ditindaklanjuti secara cepat dan tepat sasaran.
“Harapannya, setiap laporan yang masuk dapat segera ditindaklanjuti oleh OPD terkait, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih responsif,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyebutkan bahwa implementasi Posyandu 6 SPM ini akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, terdapat sekitar 800 Posyandu yang tersebar di wilayah Padang Pariaman dan akan diintegrasikan ke dalam sistem layanan baru tersebut.
Melalui transformasi ini, Posyandu diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih terintegrasi, berbasis data, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat nagari dan desa.
Dengan kolaborasi lintas sektor, Posyandu kini diposisikan sebagai garda terdepan dalam mendeteksi, mencatat, sekaligus menghubungkan berbagai kebutuhan masyarakat dengan perangkat daerah terkait. (***/R)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih