![]() |
PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat kolaborasi dalam upaya pemulihan pascabencana melalui sinergi ekonomi kerakyatan yang terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini digelar di Hall IKK Parik Malintang, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional, Tengku Syahdana, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Penjabat Sekretaris Daerah Hendra Aswara, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, perwakilan SPPG Padang Pariaman dan Agam, serta tamu undangan lainnya.
Acara dibuka dengan penampilan tari daerah yang berlangsung meriah dan menambah semarak suasana kegiatan.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya sebatas program sosial, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program sosial, tetapi upaya pemulihan gizi masyarakat pascabencana, penguatan ketahanan pangan lokal, sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan. Di sinilah sinergi yang kita bangun hari ini,” ujar Bupati.
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan potensi lokal dalam mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, bahan pangan harus disuplai dari petani dan nelayan setempat, sementara proses pengolahan melibatkan UMKM dan koperasi masyarakat.
“Dengan pendekatan ini, program tidak hanya memberikan manfaat gizi, tetapi juga menghidupkan ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pemulihan pascabencana,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional, Tengku Syahdana, menyampaikan bahwa Program MBG memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
“Sebanyak 70 persen anggaran digunakan untuk belanja bahan pokok, 20 persen untuk operasional, dan 10 persen untuk pengembalian investasi. Artinya, sekitar 90 persen dana kembali beredar di masyarakat. Ini merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SPPG dan para supplier sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung kelancaran program.
Melalui sinergi ini, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat terdampak bencana, tetapi juga menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi lokal di Kabupaten Padang Pariaman dan sekitarnya. (***/R)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih