![]() |
PARIAMAN — Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pariaman menggelar Seminar dan Parade Busana Kebaya Tradisional Klasik dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menjadi Perempuan Cerdas dan Berkarakter” itu berlangsung di Aula Balaikota Pariaman dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi.
Dalam sambutannya, Mulyadi memberikan apresiasi kepada GOW Kota Pariaman atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menilai, peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat peran perempuan di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, di era digital saat ini, perempuan telah mengalami transformasi signifikan dalam berbagai sektor kehidupan.
“Perempuan kini tidak hanya menjadi pilar keluarga, tetapi juga penggerak ekonomi, pemimpin di pemerintahan, serta inovator di berbagai bidang,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema yang diangkat pada peringatan tahun ini dinilai sangat relevan dengan tantangan zaman yang terus berkembang.
Mulyadi juga menyinggung peran perempuan sebagai madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak-anaknya.
“Karena itu, kecerdasan dan karakter yang kuat menjadi modal utama bagi perempuan dalam melahirkan generasi bangsa yang berkualitas,” katanya.
Pada momentum Hari Kartini 2026, Pemerintah Kota Pariaman berharap perempuan tidak pernah berhenti belajar dan terus mengembangkan diri.
Perempuan, lanjutnya, dituntut untuk kreatif, inovatif, serta mandiri secara intelektual dalam menghadapi berbagai perubahan.
Selain itu, organisasi wanita yang berada di bawah naungan GOW diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah.
Sinergi tersebut dinilai penting dalam upaya mengentaskan berbagai persoalan sosial di Kota Pariaman.
Tak hanya itu, perempuan juga didorong untuk aktif berpartisipasi dalam sektor ekonomi kreatif guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Ketua GOW Kota Pariaman, Ny. Dina Mulyadi, mengatakan bahwa peringatan Hari Kartini harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan.
Ia menegaskan bahwa momentum ini menjadi pengingat bagi perempuan untuk terus berdaya, terutama di era digital saat ini.
“Tugas kita adalah meneruskan semangat Kartini melalui program kerja nyata,” ujarnya.
Menurutnya, perempuan saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai tiang rumah tangga, tetapi juga sebagai pilar kemajuan bangsa.
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital bagi perempuan agar mampu menyaring informasi secara bijak.
“Perempuan cerdas harus mampu memfilter informasi dan menjadi teladan bagi keluarga serta lingkungan sekitar,” katanya.
Selain seminar, kegiatan juga dimeriahkan dengan Parade Busana Kebaya Tradisional Klasik.
Parade tersebut menjadi upaya untuk melestarikan nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat identitas perempuan Indonesia.
Kebaya, menurutnya, tidak hanya mencerminkan keanggunan, tetapi juga kekuatan karakter perempuan.
Di akhir kegiatan, peserta diajak untuk terus berani bermimpi dan melangkah maju.
“Jangan pernah takut untuk bermimpi besar. Mari kita bersinergi mengentaskan persoalan sosial, mulai dari stunting hingga pemberdayaan ekonomi kreatif,” tutupnya. (***/R)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih