![]() |
| Bupati pantau persiapan Pilwana |
PADANG PARIAMAN – Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) kembali turun langsung ke tengah masyarakat melalui program inovasi "Putar Roda" atau Jemput Aspirasi untuk Mendorong Pembangunan Daerah, Sabtu (20/6/2026).
Dengan mengendarai sepeda motor, JKA bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengunjungi 12 titik di 10 nagari yang berada di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, VII Koto Padang Sago dan 2x11 Kayu Tanam.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Hendra Aswara, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur PDAM, camat serta sejumlah anggota DPRD Padang Pariaman, yakni Agusriadi, Joe Aplinanda dan Hengki Irawan.
Menurut JKA, program Putar Roda menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.
"Kami ingin memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu pemerintah harus hadir langsung ke lapangan, melihat kondisi riil dan mendengarkan aspirasi warga tanpa sekat," ujar John Kenedy Azis.
Salah satu lokasi yang dikunjungi rombongan adalah kawasan Irigasi Batang Ampalu di Korong Ampek Jirek, Nagari Lurah Ampalu. Menanggapi aspirasi masyarakat, JKA langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar memprogramkan pembangunan bendungan di aliran Sungai Batang Ampalu.
Menurutnya, keberadaan bendungan sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi jaringan irigasi dalam mengairi lahan pertanian masyarakat setempat.
Masih di kawasan yang sama, Bupati juga meninjau Jalan Lingkar Surau Bungo yang selama ini diusulkan warga untuk diaspal. Ia meminta Dinas PUPR menjadikan pembangunan jalan tersebut sebagai salah satu program prioritas pada tahun 2027.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Korong Guguak. Di sebuah lapau yang berada di tengah areal persawahan, JKA berdialog langsung dengan masyarakat mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Warga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait sektor pertanian, kondisi ekonomi masyarakat hingga dampak inflasi terhadap kehidupan sehari-hari.
Perhatian terhadap sektor pertanian kembali ditunjukkan saat Bupati meninjau kawasan perkebunan kelapa di Nagari Koto Dalam.
Melihat banyaknya tanaman kelapa yang sudah tua, ia meminta Dinas Pertanian menyusun program peremajaan sekaligus mengembangkan kawasan tersebut menjadi sentra produksi kelapa unggulan.
"Potensi kelapa di wilayah ini sangat besar. Kita ingin Padang Pariaman menjadi salah satu daerah penghasil kelapa utama di Sumatera Barat melalui pengembangan kawasan kampung kelapa," katanya.
Di Pasar Padang Sago, JKA memerintahkan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM bersama Dinas PUPR untuk membangun fasilitas MCK dan mushala.
Selain itu, pengelola pasar juga diminta meningkatkan kebersihan dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
Saat berada di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Bupati meninjau Jembatan Padang Mantuang yang hingga kini belum permanen. Ia meminta pembangunan jembatan tersebut dimasukkan ke dalam program pembangunan tahun 2027.
JKA juga meninjau Irigasi Padang Lapai di Nagari Guguak yang dikeluhkan masyarakat karena tidak berfungsi optimal. Ia meminta OPD terkait segera mengambil langkah penanganan agar kebutuhan air pertanian masyarakat dapat terpenuhi.
Di lokasi lain, Bupati melihat langsung kondisi sawah yang rusak akibat banjir Sungai Sipisang saat bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.
Ia meminta Dinas Pertanian memastikan kawasan terdampak masuk dalam program Optimalisasi Lahan (Oplah) dari pemerintah pusat.
Kunjungan berikutnya dilakukan ke lokasi pembangunan Jembatan Gantung Sipinang di Nagari Anduring yang hanyut akibat diterjang banjir.
Selain meninjau kondisi infrastruktur, Bupati juga menyerap aspirasi masyarakat terkait pembangunan nagari.
Pada kesempatan tersebut, JKA turut memantau persiapan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Padang Pariaman yang akan digelar pada 27 Juni 2026.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan menjadikan pesta demokrasi tingkat nagari itu sebagai ajang mempererat persaudaraan.
"Kita berbeda pilihan, tetapi tetap bersaudara. Pilwana harus menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat, bukan sebaliknya," tegasnya.
Rombongan Putar Roda juga menghadiri kegiatan khitanan massal gratis bagi 100 anak di Nagari Bisati Sungai Sariak yang digagas anggota DPRD Padang Pariaman Hengki Irawan bersama Direktur RSUD Rasyidin Kota Padang, dr Lismawati.
JKA mengapresiasi kegiatan sosial tersebut dan berharap dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.
Kunjungan terakhir dilakukan di Korong Padang Limau, Nagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak. Di lokasi itu, Bupati berdialog dengan masyarakat sekaligus meninjau ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Padang Limau dengan Nagari Ambuang Kapua yang telah puluhan tahun belum mendapatkan perbaikan aspal.
Rangkaian kegiatan Putar Roda berakhir pada siang hari dengan kembalinya rombongan ke Pendopo Bupati. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti menjadi program pembangunan yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat. (***/)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih