Selaju Sampan, Tradisi Masyarakat Palinggam yang Terus Dilestarikan

0

Oleh: Zahra Fitri Delviyen, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas


Penulis 


Tradisi selaju sampan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Palinggam, Kota Padang. 


Kegiatan yang telah berlangsung secara turun-temurun ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan laut. Hingga kini, tradisi tersebut tetap dipertahankan dan selalu menarik perhatian warga setiap kali diselenggarakan.


Masyarakat Palinggam yang berada di kawasan pesisir memiliki hubungan yang erat dengan laut. Sebagian besar warga bekerja sebagai nelayan dan menggantungkan hidup dari hasil laut. 


Sejak dahulu, sampan digunakan sebagai sarana transportasi utama untuk mencari ikan maupun bepergian di sekitar perairan. Dari kebiasaan itulah lahir tradisi selaju sampan yang kemudian berkembang menjadi perlombaan rakyat dan kegiatan budaya yang terus dilestarikan hingga sekarang.


Saat tradisi selaju sampan digelar, suasana pesisir Palinggam berubah menjadi sangat ramai. Warga dari berbagai kalangan usia memadati tepi pantai untuk menyaksikan perlombaan sampan yang berlangsung di laut. 


Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak antusias mengikuti jalannya perlombaan sambil memberikan dukungan kepada peserta yang bertanding.


Sorak-sorai penonton terdengar setiap kali para peserta mulai mendayung sampan menuju garis akhir. Mereka berusaha mendayung secepat mungkin untuk mengungguli lawan-lawannya. Ombak laut dan hembusan angin yang cukup kencang justru menambah tantangan sekaligus daya tarik perlombaan tersebut.


Salah seorang warga Palinggam, Zahra, mengatakan bahwa tradisi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama. Menurutnya, selaju sampan bukan sekadar perlombaan, melainkan budaya yang selalu dinantikan setiap tahun.


"Kalau ada acara selaju sampan, suasana di Palinggam jadi ramai sekali. Banyak masyarakat datang menonton karena acara ini memang sudah menjadi tradisi di sini," ujarnya.


Perlombaan selaju sampan biasanya diikuti oleh kelompok nelayan dan pemuda dari berbagai kawasan sekitar. Mereka menggunakan sampan tradisional yang dihias dengan warna-warna menarik sehingga menambah kemeriahan perlombaan. 


Sebelum lomba dimulai, para peserta terlebih dahulu mempersiapkan sampan dan memeriksa perlengkapan yang akan digunakan selama perlombaan berlangsung.


Sejak pagi hari, masyarakat telah memenuhi bibir pantai untuk menyaksikan perlombaan. Banyak pengunjung mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam karena menganggap acara budaya seperti ini sangat menarik untuk disaksikan secara langsung.


Ketika perlombaan dimulai, suasana semakin meriah. Para peserta mendayung dengan penuh semangat sambil menjaga keseimbangan agar sampan tetap melaju cepat di atas permukaan air. Penonton pun terus memberikan dukungan kepada peserta favorit mereka.


Menurut tokoh masyarakat setempat, tradisi selaju sampan memiliki makna kebersamaan dan kerja sama yang sangat kuat. Dalam perlombaan tersebut, para peserta dituntut untuk saling percaya dan bekerja sama agar mampu mencapai garis akhir lebih cepat dibandingkan lawan mereka.


"Tradisi ini mengajarkan kekompakan dan semangat kebersamaan bagi masyarakat pesisir. Karena itu, selaju sampan tetap dijaga hingga sekarang," katanya.


Selain menjadi hiburan rakyat, tradisi selaju sampan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Saat acara berlangsung, banyak pedagang makanan, minuman, dan mainan anak-anak yang berjualan di sekitar lokasi perlombaan.


Beragam makanan dan minuman dijajakan, mulai dari sate, bakso, gorengan, jagung bakar, es kelapa, hingga aneka minuman dingin. Aroma makanan yang tercium di sekitar pantai semakin menambah semarak suasana karena banyak pengunjung membeli jajanan sambil menyaksikan perlombaan.


Area pedagang menjadi salah satu lokasi yang paling ramai dipadati pengunjung. Banyak masyarakat duduk santai di tepi pantai sambil menikmati makanan dan menyaksikan jalannya perlombaan sampan.


Salah seorang pedagang minuman mengaku senang dengan adanya kegiatan budaya seperti selaju sampan karena mampu meningkatkan pendapatannya dibandingkan hari-hari biasa.


"Kalau ada acara seperti ini, jualan jadi lebih ramai. Banyak pengunjung membeli makanan dan minuman," ujarnya.


Selain pedagang makanan dan minuman, penjual mainan anak-anak serta aksesori juga turut meramaikan suasana. Balon warna-warni dan berbagai mainan terlihat dibawa oleh anak-anak yang datang bersama keluarga mereka.


Tradisi selaju sampan juga menjadi daya tarik budaya bagi masyarakat luar daerah yang berkunjung ke Kota Padang. Banyak wisatawan tertarik menyaksikan secara langsung perlombaan sampan tradisional yang masih dipertahankan oleh masyarakat pesisir Palinggam.


Pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat terus mengajak generasi muda untuk menjaga tradisi tersebut agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Mereka berharap selaju sampan dapat terus menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir pada masa mendatang.


Selain sebagai hiburan rakyat, kegiatan ini juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial masyarakat sekaligus memperkenalkan budaya pesisir kepada generasi muda. 


Anak-anak yang menyaksikan perlombaan diharapkan dapat mengenal, memahami, dan mencintai budaya daerah mereka sejak dini.


Menjelang akhir perlombaan, suasana pantai tetap dipenuhi warga yang menunggu pengumuman pemenang. Sorak sorai dan tepuk tangan masyarakat menggema ketika peserta terbaik berhasil mencapai garis akhir lebih dahulu.


Tradisi selaju sampan di Palinggam menjadi bukti bahwa budaya pesisir masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat hingga saat ini. 


Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan serta identitas masyarakat pesisir Kota Padang. (***/)

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top