BMKG Resmikan HF Radar di Pariaman, Mampu Pantau Laut hingga 150 Kilometer dan Perkuat Mitigasi Tsunami

0


PARIAMAN,– Kota Pariaman kini memiliki salah satu perangkat pemantauan laut paling canggih di Indonesia. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Prof. Teuku Faisal Fathani, meresmikan fasilitas High Frequency (HF) Radar Array di kawasan Pantai Anas Malik, Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Jumat (3/72027).


Peresmian tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Wali Kota Mulyadi, serta jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait.


HF Radar Array merupakan teknologi pemantauan laut berjangkauan jauh yang mampu mendeteksi pergerakan arus permukaan laut, tinggi gelombang, hingga mendukung sistem peringatan dini bencana secara real-time. 


Kehadirannya dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat mitigasi bencana di pesisir barat Sumatera yang rawan gempa dan tsunami.


Kepala BMKG, Prof. Teuku Faisal Fathani, mengatakan pembangunan radar tersebut merupakan bagian dari penguatan sistem observasi maritim nasional.


"HF Radar ini hadir untuk menyediakan informasi kemaritiman secara cepat sekaligus memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat terhadap potensi bencana tsunami maupun ancaman lainnya di wilayah pesisir," ujarnya.


Menurutnya, Sumatera Barat kini memiliki tiga sistem radar utama. Pertama, radar C-band di Bandara Internasional Minangkabau yang mendukung keselamatan penerbangan. 


Kedua, radar maritim di Teluk Bayur yang memantau aktivitas pelabuhan. Ketiga, HF Radar di Pariaman yang memiliki jangkauan hingga 150 kilometer ke arah laut.


Berbeda dengan radar konvensional yang dibatasi garis pandang, HF Radar memanfaatkan gelombang radio frekuensi tinggi yang mampu merambat mengikuti permukaan laut maupun memantul melalui ionosfer sehingga dapat memantau wilayah laut yang sangat luas.


Sistem ini bekerja dengan memancarkan gelombang radio ke arah laut. Pantulan gelombang yang mengenai riak permukaan laut kemudian dianalisis menggunakan teknologi Doppler Shift untuk menghitung arah serta kecepatan arus laut secara akurat.


Selain mendukung mitigasi bencana, data yang dihasilkan juga sangat penting untuk keselamatan pelayaran, operasi pencarian dan pertolongan (SAR), pengelolaan wilayah pesisir, hingga mendukung keamanan maritim nasional.


Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyebut kehadiran HF Radar menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kapasitas sistem peringatan dini di Kota Pariaman.


"Alat ini mampu memantau dinamika laut secara real-time, memetakan arus permukaan laut dengan presisi, serta mengamati tinggi gelombang di laut lepas. Informasi ini sangat penting bagi keselamatan masyarakat pesisir, nelayan, maupun mendukung operasi SAR apabila terjadi kecelakaan laut," katanya.


Yota menambahkan, momentum peresmian tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-24 Kota Pariaman.


Pemerintah Kota Pariaman, lanjutnya, siap mengintegrasikan data HF Radar ke dalam sistem informasi publik daerah sehingga informasi kondisi laut dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat, khususnya nelayan.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga fasilitas tersebut sebagai aset negara yang memiliki nilai strategis.


"Radar ini bukan hanya milik BMKG, tetapi menjadi aset bersama yang manfaatnya kembali kepada masyarakat. Semoga teknologi ini membawa keselamatan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi maritim di Kota Pariaman," tutupnya.


Peresmian HF Radar Array ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala BMKG Prof. Teuku Faisal Fathani, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, dan Wali Kota Pariaman Yota Balad, disaksikan para tamu undangan dari berbagai instansi. (***/R)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top