![]() |
PADANG PARIAMAN,- Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) setempat bersinergi menyalurkan bantuan alat bantu dengar kepada Ibnu (17), seorang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Mutiara Qalbu, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Padang Pariaman, Jumat, mengatakan bahwa bantuan tersebut tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan murni dari hasil gotong royong, donasi, dan iuran jajaran TP-PKK bersama para dermawan.
"Bantuan ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak penyandang disabilitas," kata John Kenedy usai menyerahkan bantuan di SLB Mutiara Qalbu.
Ia menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan oleh dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT), fungsi pendengaran Ibnu yang mengalami keterbatasan sejak lahir ternyata masih dapat dioptimalkan.
Melalui alat bantu tersebut, Ibnu diharapkan dapat kembali mendengar dan mempermudah proses komunikasinya dengan masyarakat.
John Kenedy juga berharap gerakan sosial semacam ini dapat menggugah kepedulian publik yang lebih luas agar semakin banyak anak-anak penyandang disabilitas yang memperoleh akses kesehatan serta pendidikan yang lebih layak.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman Nita Christanti Azis mengungkapkan bahwa gerakan ini diinisiasi dari pengalaman mendampingi anak tunarungu lain bernama Udin, yang semula dikira mengalami ketulian total namun ternyata bisa mendengar setelah dibantu alat medis.
Berangkat dari pengalaman itu, TP-PKK kemudian menggandeng dokter spesialis THT untuk memeriksa para siswa di SLB Mutiara Qalbu. Hasilnya, ditemukan tiga siswa yang dinilai masih memiliki potensi pendengaran, dengan Ibnu sebagai prioritas utama karena faktor usia yang sudah menginjak 17 tahun.
"Banyak orang tua yang sejak awal pasrah bahwa anaknya tidak bisa mendengar tanpa memeriksakannya secara medis menyeluruh. Kami ingin gerakan kecil ini menjadi inspirasi agar daerah lain juga melakukan skrining serupa di SLB," ujar Nita.
Ia menambahkan, setelah penyerahan alat bantu dengar yang digalang dalam waktu satu hingga dua pekan ini, Ibnu selanjutnya akan mendapati pendampingan berupa terapi wicara.
Terapi tersebut diperlukan untuk merangsang kemampuan bicara dan interaksi sosial Ibnu yang selama ini belum berkembang karena keterbatasan pendengaran.
Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan oleh jajaran Pemkab Padang Pariaman, pengurus TP-PKK, tenaga kesehatan, pihak sekolah, serta orang tua murid setempat. (***/)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih