![]() |
![]() |
PADANG PARIAMAN – Senyum bahagia dan rasa haru tak dapat disembunyikan dari wajah Revival dan keluarganya. Setelah berbulan-bulan bertahan di tengah keterbatasan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Padang Pariaman pada akhir tahun 2025 lalu, harapan untuk memiliki tempat tinggal yang aman kini akhirnya terwujud.
Revival menjadi salah satu perwakilan warga yang menerima penyerahan kunci secara simbolis untuk rumah contoh Hunian Tetap (Huntap) Mandiri di kawasan Huntap Nagari Pasia Laweh, Jumat (10/7/2026).
Momen krusial ini menandai dimulainya babak baru percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal di Padang Pariaman.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi menggelar Sosialisasi Huntap sekaligus meresmikan rumah contoh tersebut.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat terdampak bencana.
"Alhamdulillah, hari ini kita melihat langsung rumah contoh Hunian Tetap Mandiri yang akan menjadi acuan pembangunan bagi masyarakat. Rumahnya sangat baik dan kokoh," ujar John Kenedy Azis dengan nada optimis.
Secara total, pemerintah akan membangun sebanyak 685 unit hunian yang dibagi menjadi dua skema, yaitu:
- 470 unit Huntap Mandiri
- 215 unit Huntap Terpadu
Pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap dan tersebar di berbagai wilayah terdampak di Kabupaten Padang Pariaman.
Ada yang menarik dari arsitektur Huntap tipe 36 yang dibangun ini. Rumah-rumah tersebut dibangun menggunakan teknologi Sepablock hasil inovasi dari PT Semen Padang.
Teknologi ini sengaja dipilih karena kemampuannya menghasilkan struktur bangunan yang kokoh, proses pembangunan yang efisien, serta sangat cocok untuk wilayah yang memiliki potensi kebencanaan.
Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian, yang turut hadir dalam acara tersebut, meminta masyarakat tidak perlu cemas atau ragu mengenai kekuatan bangunan ini.
"Teknologi Sepablock yang digunakan telah memiliki sertifikasi resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jadi, masyarakat tidak perlu ragu terhadap kualitas maupun keamanan bangunannya," tegas Rustian.
Rustian juga memastikan bahwa seluruh dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk percepatan rekonstruksi pascabencana ini sudah disalurkan sepenuhnya. Ia meminta agar proses pembangunan segera dikebut agar warga bisa secepatnya pindah ke rumah baru.
Di akhir sambutannya, Bupati John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, BNPB, Satgas Penanggulangan Bencana, dan PT Semen Padang.
Agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala birokrasi, pria yang akrab disapa JKA ini mengimbau warga calon penerima manfaat untuk kooperatif.
"Kami mengimbau agar seluruh persyaratan administrasi segera dilengkapi oleh masyarakat. Jangan sampai ada hambatan, sehingga proses pembangunan bisa berjalan cepat," tuturnya.
Acara kemudian ditutup dengan sosialisasi teknis dari tim PT Semen Padang kepada warga mengenai tahapan pembangunan dan mekanisme pelaksanaan Huntap Mandiri agar bangunan yang berdiri nantinya tepat sasaran dan sesuai standar nasional.
Bagi masyarakat Padang Pariaman, dinding-dinding rumah baru ini bukan sekadar semen dan batuan, melainkan simbol kembalinya rasa aman, harapan, dan semangat baru untuk menatap masa depan. (***/)



Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih