![]() |
PADANG PARIAMAN – Kerajinan Sulam Kapalo Samek dari Pasia Baru, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, terus didorong menembus pasar internasional.
Menariknya, promosi kerajinan tradisional tersebut hingga meraih penghargaan di Belgia dilakukan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Upaya memperkenalkan kerajinan khas daerah itu menjadi salah satu pembahasan dalam talkshow di Padang TV, Selasa (27/10/2026).
Ketua Dekranasda Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, hadir bersama Kepala BPKD M. Fadhly, Kepala DPMD Nurhayati, Inspektur Hendri Satria, serta Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Roza Suhendra untuk membahas potensi dan strategi pengembangan Sulam Kapalo Samek.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Nita menegaskan bahwa Sulam Kapalo Samek bukan sekadar warisan budaya yang harus dilestarikan, tetapi juga memiliki peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan para pengrajin. Karena itu, promosi ke pasar yang lebih luas perlu diiringi dengan upaya menjaga keaslian produk dan meningkatkan daya saingnya.
“Sulam Kapalo Samek merupakan warisan budaya yang memiliki nilai dan potensi besar untuk dikenal hingga ke mancanegara. Kita ingin kerajinan ini semakin luas pemasarannya, tetap terjaga keasliannya, dan yang paling penting, memberikan manfaat nyata bagi para pengrajin yang selama ini mempertahankan tradisi tersebut,” ujar Ny. Nita.
Menurutnya, promosi ke luar negeri dapat terlaksana berkat dukungan dana *corporate social responsibility* (CSR), para perantau, serta berbagai pihak yang peduli terhadap pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif.
Kolaborasi tersebut menjadi alternatif di tengah keterbatasan anggaran daerah. Hasilnya, Sulam Kapalo Samek berhasil meraih penghargaan di Belgia dan mencatatkan kontrak kerja sama senilai 22.000 dolar AS atau sekitar Rp400 juta.
Di balik capaian tersebut, pengembangan Sulam Kapalo Samek masih menghadapi tantangan, mulai dari ketersediaan bahan baku, regenerasi pengrajin, hingga kemampuan memenuhi permintaan pasar.
Dengan sekitar 200 pengrajin yang menjaga keberlangsungan tradisi ini, diperlukan dukungan berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, serta pengenalan keterampilan menyulam kepada generasi muda agar warisan budaya tersebut tidak terputus.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Dekranasda pun terus mendorong inovasi dan perluasan pemasaran tanpa meninggalkan ciri khas tradisionalnya.
Melalui kolaborasi pemerintah, pengrajin, dunia usaha, perantau, dan masyarakat, Sulam Kapalo Samek diharapkan semakin dikenal di pasar dunia sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Pasia Baru dan sekitarnya. (Diskominfo)
*


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih