Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Tembus Museum Belanda, Warisan Budaya Minang Diperkenalkan ke Dunia

0

 


ROTTERDAM — Warisan seni sulam tradisional Kabupaten Padang Pariaman, Sulam Kapalo Samek, semakin membuka jalan menuju panggung internasional. 


Karya budaya yang diwariskan secara turun-temurun itu diserahkan kepada Wereld Museum Rotterdam, Belanda, sebagai upaya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Ranah Minang kepada masyarakat dunia.


Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, menyerahkan Sulam Kapalo Samek kepada perwakilan Wereld Museum Rotterdam, Marjolein Van Asdonck, pada 6 Oktober 2026 lalu.


Penyerahan berlangsung di museum yang beralamat di Willemskade 25, Rotterdam, Belanda.


Bagi Padang Pariaman, kehadiran Sulam Kapalo Samek di museum tersebut menjadi langkah penting dalam memperkenalkan hasil karya perajin lokal ke tingkat internasional. 


Kerajinan ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mencerminkan keterampilan, ketekunan, kreativitas, dan pengetahuan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Sulam Kapalo Samek bukan sekadar produk kerajinan tangan. Di balik setiap motif dan tusukan benangnya, tersimpan identitas budaya masyarakat Minangkabau yang terus dipertahankan melalui keterampilan para perajin. 


Pelestarian kerajinan tradisional ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman.


Perwakilan Wereld Museum Rotterdam, Marjolein Van Asdonck, menyampaikan bahwa Sulam Kapalo Samek yang telah diterima akan melalui sejumlah tahapan kurasi oleh pihak museum. 


Proses tersebut dilakukan untuk menilai dan mempersiapkan benda budaya sebelum ditentukan penempatannya dalam koleksi maupun tata pamer yang sesuai.


Wereld Museum Rotterdam dikenal sebagai museum etnografi yang menyimpan beragam artefak budaya dari berbagai belahan dunia, termasuk Asia, Afrika, Oseania, dan Amerika. 


Museum ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya melalui pameran, lokakarya, serta dialog lintas bangsa.


Penyerahan Sulam Kapalo Samek tersebut membuka peluang lebih luas bagi karya perajin Padang Pariaman untuk dikenal di lingkungan kebudayaan internasional. 


Meski masih harus melalui proses kurasi, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengenalan budaya lokal, menjaga keberlanjutan tradisi sulaman, sekaligus membawa identitas Ranah Minang agar semakin dikenal masyarakat dunia. (Diskominfo)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top