Wako Mukhlis Rahman Saat Menerima Mahasiswa Unjuk Rasa Menegaskan, Pemko Bukan Bangun Pasar Modren, Namun Membangun Pasar Tradisional Agar Lebih Bersih -->

Wako Mukhlis Rahman Saat Menerima Mahasiswa Unjuk Rasa Menegaskan, Pemko Bukan Bangun Pasar Modren, Namun Membangun Pasar Tradisional Agar Lebih Bersih

Jumat, 20 Mei 2016, 17.26.00
Walikota Kota Pariaman Mukhlis Rahman Ketika Menerima Mahasiswa Ketika Berdemontrasi di Halaman Balai Kota Pariaman Jumat (20/5)  (Fhoto Humas )

Kota Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM ---Mahasiswa harus cerdas dan positif dalam berfikir dan bertindak, jangan mau diprovokasi, pahami kebenaran sebuah isu sebelum berbuat, mahasiswa penerus bangsa, kelak akan jadi pemimpin.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman saat menerima mahasiswa dari organisasi PMII Kota Pariaman dan HMI Kota Pariaman yang berdemo dihalaman Balai Kota Parìaman, Jum'at (20/5).

Dalam orasinya, mahasiswa menuntut agar siswa MTsN dan MAN diberikan sekolah gratis, sehingga diperlakukan sama dengan sekolah lainya di Kota Pariaman.

Selanjutnya, Walikota Pariaman mengatakan bahwa Pendidikan gratis yang diberikan untuk pencapaian Wajib Belajar 12 tahun, namun khusus untuk sekolah agama terbentur dengan kewenangan yang diberikan Pemerintah pada Pemerintah Daerah.

" Adik-adik mahasiswa harus menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat, agar kewenangan sekolah agama di serahkan ke Daerah. Kalau kewenangan diberikan maka saya akan programkan sekolah gratis untuk MTsN dan MAN, sekarang kita punya bus sekolah, manfaatkanlah untuk seluruh siswa yang ada di Kota Pariaman tanpa kecuali," kata Wako.

Disamping itu, mahasiswa juga menuntut pemerataan pembangunan, penertiban parkir dan pedagang serta mengkaji kembali pembangunan pasar pariaman menjadi pasar modren.

Aspirasi mahasiswa yang ditulis dikertas karton tersebut dijawab dengan lugas oleh Walikota, sebagian tuntutan mahasiswa sejalan dengan program Pemerintah Kota Pariaman, sedangkan pembangunan pasar modren merupakan kesalahpahaman mahasiswa menerima informasi yang beredar ditengah-tengah masyarakat.

" untuk penertiban pedagang dan parkir saya setuju, Pol PP sedang malakukan itu, tapi pembangunan pasar modren seperti mall, itu salah, yang kita bangun adalah pasar tradisional yang bersih dan teratur, yang juga akan ditempati oleh pedagang kita juga." Kata Mukhlis dengan tegas pada mahasiswa.

Pasar Nagari Pariaman, menurut Walikota kiosnya milik pedagang dan tanahnya milik nagari dan sudah dibangun puluhan tahun yang lalu dan diharapkan mahasiswa harus cerdas dan berpikiran positif dalam menyikapi ini, mahasiswa harus cerdas dan memahami fakta yang sesungguhnya dan jangan mau diprovokasi oleh pihak yang tidak ingin Kota Pariaman maju.

" kalau pasar runtuh jangan Pemerintah yang disalahkan, mahasiswa jangan mudah diprovokasi, kita tetap mengedepankan dialog dengan pedagang." Ungkapnya.

Puluhan mahasiswa yang demo memahami ulasan yang disampaikan Walikota dan terdepan bersama Pemerintah Kota Pariaman untuk mengawal kebijakan Pemerintah Daerah, yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yaitu revitalisasi pasar tradisional.

Demo berjalan dengan aman dan lancar, dan Walikota meminta mahasiswa untuk ikut menandatangani menolak bangkitnya paham komunis di Indonesia, khususnya Kota Pariaman. Spanduk penolakan paham komunis ditandatangani oleh puluhan mahasiswa yang hadir dalan demonstrasi tersebut. (Hms)



TerPopuler