CATATAN 14 TAHUN KOTA PARIAMAN : Pariwisata Bahari Andalan Masa Depan Kota Pariaman

CATATAN 14 TAHUN KOTA PARIAMAN : Pariwisata Bahari Andalan Masa Depan Kota Pariaman

Sabtu, 02 Juli 2016, 11.52.00
Angso Duo Ikon Pariwisata Kota Pariaman ( Fhoto Via Internet)
Hari ini Kota Pariaman genap berusia 14 tahun. Kota kecil yang terletak di pinggir pantai ini  lahir berdasarkan surat keputusan Presiden Republik Indonesia. Pengesahan Pariaman sebagai kota otonom diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Hari Sabarno tanggal 2 Juli 2002 di halaman kantor Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa Depdagri, Jakarta.

Kota Pariaman ini lahir berdasarkan Undang-Undang No. 12 tahun 2002 tanggal 10 April 2002 tentang pembentukan Kota Pariaman Propinsi Sumatera Barat yang ditandatangani oleh Presiden RI Megawati Soekarnoputri. Undang-Undang tersebut diundangkan ke dalam Lembaran Negara RI dengan nomor urut 25 tahun 2002 oleh Sekretaris Negara RI Bambang Kesowo.

Selama 14 tahun perjalanan kota  tabuik ini terus mengalami kemajuan. Dari tahun ketahun geliat pembangunanan dari desa, kelurahan hingga di pusat kota terus dikebut. Apalagi dengan ditunjang dengan dana desa sekarang, pembangunan kota Pariaman makin nyata. Kerja keras Mukhlis Rahman dan Genius Umar bersama jajaran Pemko Pariman serta dukungan penuh DPRD Padang Pariaman sangat dirasakan benar oleh warga kota Pariaman.

Pusat-Pusat Kota Jalan Sudah dua jalur, pelosok kelurahan dan desa sudah dilumuri aspal beton, irigasi dibangun, sekolah dibangun. Kebijakan Pemerintah untuk mengratiskan sekolah dari SD hingga SLTA dilaksanakan

Kini Kota Pariaman mengandalkan pariwisata. Potensi wisata bahari yang menawan dimiliki Kota Pariaman "dijual" dan dipromosikan "habis-habisan" kepada masyarakat diseluruh Indonesia. Ternyata promosi tersebut telah membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Terbukti wisata bahari Pariaman kini menjadi salah satu tujuan andalan masyarakat untuk menghabiskan waktu liburnya. Tidak hanya pantai gandoriah, pantai cermin, pantai kata yang menjadi lirikan masyarakat. Namun pulau angso yang terus dipercantik kini menjadi magnet tersendiri bagi Kota Pariaman. Sehingga tidak lengkaplah rasanya jika ke Kota Pariaman jika belum mengunjungi pulau angso tersebut.

Untuk menarik masyarakat bisa berkunjung ke kota Pariaman berbagai iven pun digelar oleh Pemerintah Kota Pariaman. Setiap bulannya, ada saja ivent yang dilaksanakan. Selain pesta budaya tabuik dan pesta pantai yang digelar setiap tahun juga digelar berbagai iven, ada festival gandoriah, ada parade busana, ada Pariaman Fair, ada trianton serba banyak lagi kegiatan yang digelar. Tujuan akhirnya adalah untuk menarik masyarakat mau berkunjung ke Pariaman.

Kalau dulu " piaman tadanga langang, batabuik makonyo rami". Kini mah tidak lagi.Ramainya tidak hanya ketika batabuik doang, setiap ivent yang digelar kotaPariaman selalu diramaikan masyarakat yang datang dari berbagai pelosok negeri. Cita-citanya masyarakatnya menjadikan Pariaman sebagai kota wisata bahari, terkabul sudah.

Tinggal lagi masyarakat kota Pariaman untuk menjaganya, bagaimana kiranya Pariaman menjadi daerah yang paling aman untuk dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri. Aman dari pemalakan, aman dari "pakuak" ketika mereka makan di warung nasi. Jika hal ini sudah bisa diwujudkan diyakini Pariaman akan lebih banyak lagi dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di nusantara ini untuk menghabiskan waktu liburnya.

Selamat Ulang Tahun Kota Pariaman ke-14 tahun. Makin dewasa, makin bersolek dan makin jaya. (darwisman)

TerPopuler