Mentri Yohanna Yambise Louching Germas Tingkat Nasional di Nagari Sungai Abang Lubuak Aluang

Mentri Yohanna Yambise Louching Germas Tingkat Nasional di Nagari Sungai Abang Lubuak Aluang

Selasa, 15 November 2016, 18.21.00
Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Selasa 15 November 2016, Melouncing Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)  Tingkat Nasional, di lapangan bola kaki nagari Sungai Abang Lubuak Aluang Kabupaten Padang Pariaman. ( Fhoto : Humas Padang Pariaman )
Lubuak Aluang BANGUNPIAMAN.COM---Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohanna Yambise Selasa (15/11) melaunching Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) tingkat nasional di Lapangan Sungai Abang Nagari Sungai Abang Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Louching Germas tingkat nasional yang berlangsung cukup meriah tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Ketua DPRD Sumbar Hendra Irawan Rahim, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Wakil Bupati Suhatri Bur, Ketua DPRD Padang Pariaman Faisal Arifin  Forkompinda Padang Pariaman, Kepala SKDP, Camat dan Walinagari se Kabupaten Padang Pariaman.
.
Dalam sambutannya MentriYohanna Yambise menegaskan,  pentingnya gerakan untuk mendorong masyarakat untuk berprilaku hidup sehat. Gerakan tersebut dinamakan “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” (Germas)."Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) harus digencarkan hingga menyentuh ketingkat desa dan kelurahan sehingga kehidupan sehat seperti yang termasuk dalam nawacita presiden RI Joko Widodo dapat diwujudkan," kata putri terbaik tanah Papua tersebut.

Disebutkannya belakangan ini penyakit seperti stroke, jantung, hipertensi, kolesterol, diabetes, tidak hanya menyasar kepada para manula tetapi sudah menyasar kepada usia produktif 25 – 55 tahun. Situasi ini merupakan potret keluarga masa kini terutama di kota-kota besar.

Ia menambahkan, Pembangunan kesehatan seharusnya adalah bentuk upaya yang dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

" Indonesia saat ini mengalami transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, diabetes serta penyakit lainnya. Untuk itu  mari kita budayakan hidup sehat. Melakukan langkah kecil dengan mengubah pola hidup sehat, akan berdampak luar biasa bagi keluarga Anda dalam jangka panjang,” unkapnya," tandanya..

Sementara itu Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengatakan, pemprov Sumatera Barat berkomitmen mendukung program gerakan masyarakat hidup sehat yang dilakukan oleh pemerintah pusat.Komitmen Pemprov Sumatera Barat dibidang kesehatan dibuktikan dengan anggaran kesehatan lebih dari 20 persen dari biaya belanja langsung APBD Provinsi Sumatera Barat. Persentase anggaran tersebut melebihi amanat undang-undang.

“Jika undang-undang mengamanatkan 20 persen anggaran APBD dialokasikan pada bidang kesehatan, Pemprov Sumatera Barat mengalokasikan lebih dari 20 persen begitu komitmen kita. Sebagai langkah percepatan penerapan gemar, Nasrul Abit menginstruksikan bupati dan walikota se Sumatera Barat untuk mulai mengimplementasi gerakan masyarakat hidup sehat dengan menjadwalkan melakukan program meliputi olahraga terpusat, larangan merokok di kantor pemerintahan," ulas mantan Bupati Pesisir Selatan dua priode itu.

Bupati Padang Pariaman, H Ali Mukhni mengatakan semangat Gemar yang diprogramkan oleh pemerintah pusat sejalan dengan program Padang Pariaman sehat yang merupakan progran unggulan Kab Padang Pariaman yang berkomitmen mewujudkan program kesehatan sesuai dengan nawacita presiden Joko Widodo.

Dikatakannya, PPS merupakan paradigma baru pelayanan kesehatan di Kabupaten Padang Pariaman yang diterjemahkan dengan keaktifan petugas mendatangi masyarakat untuk mengecek kesehatan dan memberikan treatment kesehatan.“Petugas kesehatan melakukan jemput bola  dengan mengunjungi masyarakat untuk melakukan pengecekan dan melakukan pelayanan kesehatan,” ucap Bupati

Capaian PPS di Kabupaten Padang Pariaman, ulas Bupati, ditekannya angka kematian ibu melahirkan sejak tahun 2013 dengan angka 9 kasus dan pada tahun 2015 tidak ada lagi terjadi kasus kematian ibu melahirkan. Pemkab Padangpariaman berkomitmen untk peningkatan kesehatan dengan meningkatkan porsi anggaran APBD Padang Pariaman tahun 2016 dibidang kesehatan melebihi 20 persen. (Wis/Hms)

TerPopuler