Pada Seminar IBI, Bupati Ali Mukhni Berharap Tidak Ada Lagi Gizi Buruk di Padang Pariaman - BANGUN PIAMAN.COM : Portal Berita Online

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 19 Maret 2017

Pada Seminar IBI, Bupati Ali Mukhni Berharap Tidak Ada Lagi Gizi Buruk di Padang Pariaman

Pariaman, BANGUNPIAMAN.COM---Seminar Sehari tentang Mengoptimalkan Fungsi Otak Kiri dan Kanan yang dilaksanakan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Padang Pariaman dibuka oleh Bupati Ali Mukhni pada hari Sabtu (17/3) di Gedung Daerah Saiyo Sakato.

Dalam seminar tersebut menghadirkan nara sumber dari Guru Besar Unpad Bandung Prof.Dr.A.Purba, dr.M.Sc, AIFO yang menyampaikan ceramah tentang Optimalisasi Fungsi Otak Kiri dan Otak Kanan untuk mempersiapkan anak yang cerdas dan kreatif. Sedangan peserta seminar berasal dari anggota IBI Padang Pariaman sebanyak 350 orang.

Menurut Ketua Panitia Seminar Hj. Yusmanidar dalam laporannya, seminar sehari ini diikuti oleh bidan-bidan yang tergabung dalam IBI Padang Pariaman. Tujuan seminar ini adalah untuk menambah ilmu dan pengetahuan para bidan dalam pelaksanaan tugas terutama untuk mengatasi masalah kesehatan dan meningkatan kecerdasan anak melalui nutrisi dan pola asuh orang tua.

Sedangkan Ketua IBI Yulinda Laila dalam sambutannya menegaskan bahwa IBI akan selalu meningkatkan kegiatan organisasi guna meningkatkan kapasitas bidan dalam bertugas. Namun demikian oleh karena keterbatasan anggaran, maka IBI juga mengharapkan bantuan dan kerjasama dari Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan program kegiatan IBI tersebut.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dalam sambutannya menyatakan bahwa IBI merupakan sebuah organisasi profesi yang sangat aktif dalam melakukan kegiatan di Padang Pariaman seperti olahraga jantung sehat, pemeriksanaan kesehatan ibu hamil, donor darah dan seminar seperti pada hari ini. Untuk itu Pemerintah selalu memberi apresiasi dan merespon setiap kegiatan IBI.

Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan ilmu dan pengetahuan para bidan dalam melaksanakan tugas. Tentukan ilmu yang didapat ini dapat diaplikasikan dilingkungan tempat tugas masing-masing.

Disamping itu, melalui peran dan tugas Bidan yang selalu berada ditengah2 masyarakat dapat meningkatkan derjat kesehatan masyarakat, menurunkan angka kematian ibu hamil dan anak, serta meningkatnya gizi anak-anak, tukuk Bupati.

Untuk sarana dan prasana Kesehatan di Padang Pariaman pada saat ini cukup memadai dan memiliki standar serta kualitas yang sangat baik dan bagus. Apalagi setelah selesainya pembangunan kembali Puskesmas yang roboh akibat Gempa oleh USAID, sarana kesehatan di Puskesmas yang tersedia dengan lengkap kiranya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Kedepan di Kabupaten Padang Pariaman ini kita harapkan tidak ada lagi kasus Gizi Buruk (marasmus) dan angka kematian Ibu hamil dan Anak waktu melahirkan menjadi nol (0) atau tidak ada lagi. Kemudian juga dengan perbaikan gizi, makanan bernutrisi serta melalui pola asuh yang tepat, natinya di Padang Pariaman akan lahir generasi yang cerdas dan berprestasi, imbuh Bupati.

Menurut Prof.Dr.A.Purba,dr.M.Sc.AIFO dalam ceramahnya mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan, kreativitas untuk tumbuh kembang anak adalah Genetik = 40-50 %, Gizi (DHA & AA) = 30-40 %, Lingkungan = 10-20 %.

Kemudian Prof. A.Purba menegaskan bahwa DHA dan AA asam lemak esensial tidak dapat diproduksi tubuh, namun penting untuk pertumbuhan otak dan penyebaran informasi antara sel otak. Untuk itu perlu pengetahuan kita dalam memasak makanan sehingga tetap bergizi, bervitamin serta tidak hilangnya zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang yang optimal terdiri dari 3 golongan yaitu : 1. Kebutuhan Fisis Biomedis (Asuh), 2. Kebutuhan Emosi/ Kasih Sayang (Asih), 3. Kebutuhan akan Stimulasi Mental (Asah), tukuk A. Purba.

Menyangkut dengan kebutuhan akan stimulasi mental (Asah) adalah dengan proses pembelajaran pada anak dg meningkatkan fungsi otak kiri dan otak kanan. Berbagai upaya untuk meningkatkan fungsi otak kiri adalah pendidikan formal dan non formal. Sedangkan upaya untuk meningkatkan fungsi otak kanan salah satunya adalah pemberian kesempatan bermain, imbuh Profesor.

(Humas/Wis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Post Top Ad