Ketika Berkunjung ke Ponpes Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Jendral (Purn) Moeldoko Ceritakan Sejarah Kehidupannya - BANGUN PIAMAN.COM : Portal Berita Online

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 17 Maret 2018

Ketika Berkunjung ke Ponpes Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Jendral (Purn) Moeldoko Ceritakan Sejarah Kehidupannya

Jendral (Purn) Moedoko, Ketika Memberikan Kuliah Umum Singkat di Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Nagari Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman
Enam Lingkung, BANGUNPIAMAN.COM -Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan Kecamatan Enam Lingkung kembali dikunjungi orang penting di republik ini. Jumat (16/3)  giliran Kepala Staf Kepresidenan  Jenderal Purnawirawan TNI Moeldoko mengunjungi pesantren yang didirikan Syek Buya Ali Amran itu

Kedatangan Moeldoko disambut langsung Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Forkompinda serta, pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Idarussalam Tk. Sutan dan pimpinan Ponpes Nurul Yaqin di 14 cabang dan dinanti ratusan santri.

Di awal sambutan moeldoko menceritakan sejarah kehidupannya dari seorang keluarga petani yang hidup dalam serba kekurangan."Bayangkan saja ketika sekolah yang jaraknya cukup jauh dari rumah, minta sepeda sama orang tua, namun karena tidak punya uang maka bapak saya tidak bisa membelikannya," ujar mantan Panglima TNI 2013 itu. Jangakan juga sepeda katanya lagi, sepatupun orangtuanya tidak bisa membelikan.


Iapun mengatakan, ketika kecil iapun hidup di surau sama sepertihalnya orang kampung di Ranah Minang.
"Ketika itu saya diasuh oleh seorang Kiyai yang namanya Slamet, "Kejamnya luar biasa," ungkap pria asal Kediri itu disambut tawa para santriwan/wati di perumahan Ponpes Nurul Yaqin.

"Jam 4 pagi itu kita sudah bangun, kalau terlambat bisa kena rotan. Tidak kaya anak sekarang sedikit-sedikit cengeng, mungkin karena ada HAM," katanya lagi kembali terdengar suara gelak tawa santri."Di samping sekolah, saya juga membantu orang tuanya bertani menanam jagung, tembakau dan kedele," ungkapnya.

"Panen padi ketika zaman itu pakai tangan. bukan pakai mesin seperti sekarang. Dan saya juga tidak bisa membayangkan bisa menjadi seorang Jenderal hingga menjabat seorang Kepala Staf Kepresidenan seperti sekarang," ujarnya.

Alumnus AKABRI 1981 tersebut kembali memberikan semangat pada pimpinan dan santri Ponpes. "Bahwa surau dan pondok pesantren merupakan tempat pembentukan karakter sebuah bangsa dan ini harus kita yakini sepenuhnya, karena sebagian besar masyarakat indonesia adalah beragama islam," pungkasnya.

Ia juga menegaskan, lemah dan kuatnya suatu bangsa hingga bisa menguasai dunia. "Intinya kehadiran pesantren dan mushalla lah menjadi faktor penentunya," tutur.

Pada kesempatan yang sama Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengatakan, bahwa sebelum ke Ponpes Nurul Yaqin, Moeldoko menyempatkan diri salat Jumat di Mesjid Agung Syekh Burhanuddin di Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakis.

Ia juga mengatakan bahwa alumni Nurul Yaqin tersebar di 34 Provinsi yang ada di Indonesia dan sudah ada yang profesor yaitunya Duski Samad.Pada kesempatan itu, Kepala staf kepresidenan Purn. Jend. TNI Moeldoko juga didampingi Deputi dua dan empat staf kepresidenan.

Selain itu turut hadir, Rektor Unand Padang, dan mantan Walikota Padang Fauzi Bahar,i Kajari Pariaman Efrianto, Dandim 0308 Let. Arh Hermawansyah, Kapolres Padang Pariaman.(rel)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Post Top Ad