Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pariaman, Bersihkan Ubur-Ubur Yang Terdampar di Sepanjang Pantai Pariaman

Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pariaman, Bersihkan Ubur-Ubur Yang Terdampar di Sepanjang Pantai Pariaman

Senin, 07 Oktober 2019, 18.26.00
Petugas Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pariaman Mengumpulkan Ubur-Ubur di sepanjang Pantai Pariaman 

PARIAMAN---Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, Satpol PP, BPBD Kota Pariaman, dan instansi terkait lainnya membersihkan ubur-ubur blue botlle yang ada perairan laut dan yang terdampar disepanjang pesisir pantai yang ada di Kota Pariaman ini.

"Sesuai dengan instruksi yang telah diberikan sebelumnya oleh Walikota Pariaman, Genius Umar agar menindak lanjuti fenomena ubur-ubur ini agar membersihkan ubur-ubur yang ada perairan laut dan yang terdampar disepanjang pesisir pantai yang ada di Kota Pariaman ini," ujar Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan, Dasril di Pantai Gandoriah, Senin, (7/10/2019).

"Akibat perubahan musim angin laut selatan yang terjadi saat ini di perairan laut Kota Pariaman mengakibatkan ubur-ubur blue botlle yang datang melewati sepanjang pesisir pantai yang ada di Kota Pariaman, dan invasi ubur-ubur seperti ini juga pernah terjadi pada Tahun 2018 di pesisir pantai Kota Pariaman dikarenakan fenomena alam yang selalu terjadi", sambungnya.

Lanjut Dasril mengatakan, hama ubur-ubur ini datang ke pesisir Pantai Pariaman dikarenakan perairan Samudra Hindia tersebut sedang terjadi perobahan iklim musim selatan yang mengakibatkan ombak besar yang mempunyai gelombang  yang tidak beraturan sehingga mengakibatkan terjadinya invasi ubur-ubur jenis blue bottle ini yang kita sebut juga disini dengan nama ubur-ubur api-api yang mengakibatkan timbulnya rasa gatal akibat sengatannya dan tidak mematikan seperti yang selama ini dikatakan orang-orang.

“Untuk membasmi ubur-ubur ini kami memang tidak bisa melakukannya selagi iklim musim selatan ini masih ada, akan tetapi antisipasi yang bisa kami lakukan adalah selalu menyisir sepanjang  pinggir pantai yang ada di Kota Pariaman untuk membersihkannya setiap hari dan mengubur ubur-ubur tersebut di lokasi pantai dimana ubur-ubur tersebut ditemukan”, tuturnya.

“Kami akan terus menerus setiap harinya gerilya membersihkan ubur-ubur yang berada di perairan laut ini dan juga yang  terdampar di sepanjang pantai Pariaman dan sekaligus  mensosialisasikannya kepada masyarakat dan wisatawan dengan bantuan instansi terkait yang juga berwenang dalam hal ini, apalagi sebentar lagi kita akan menghadapi iven triathlon di Kota Pariaman ini”, jelasnya.

“Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat Kota Pariaman umumnya dan wisatawan pada khususnya untuk  berhati-hati bermain dipinggir Pantai Pariaman dan tidak mandi-mandi  dilaut untuk sementara waktu menjelang ubur-ubur ini pergi seiring terjadinya pergantian musim selatan ini berakhir dan untuk para nelayan agar berhati-hati ketika menangkap ikan supaya tidak terkena sengatan ubur-ubur blue botlle ini”, Pungkasnya.

Beliau berharap semoga fenomena ini cepat berakhir sehingga invasi ubur-ubur inipun akan segera berlalu dan semuanya akan baik lagi seperti semula.

Sedikit informasi mengenai ubur-ubur dikenal masyarakat ubur-ubur api ini merupakan sejenis ubur-ubur yang juga dikenal dengan nama pacific of man of war, ubur-ubur jenis ini tidak tergolong kedalam jenis ubur-ubur nyang berbahaya, tetapi jika terkena langsung oleh sengatannya akan sangat menyakitkan terutama bagi mereka yang mempunyai alergi di tubuhnya. (Harsyi)

TerPopuler