16 Kepala SD Yang Berada di Pinggir Pantai di Padang Pariaman, Ikuti Sosialisasi Mitigasi Bencana

16 Kepala SD Yang Berada di Pinggir Pantai di Padang Pariaman, Ikuti Sosialisasi Mitigasi Bencana

Rabu, 06 November 2019, 19.01.00
Wakil Bupati Padang Pariaman Membuka Workshop Sosialisasi Mitigasi Bencana, Rabu 6 November 2019, di Hall Saiyo Sakato Pariaman ( Fhoto : Humas)

PARIT MALINTANG--- Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, S.E., M.M. membuka secara resmi Workshop Sosialisasi Mitigasi Bencana Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (06/11/2019) di Hall Saiyo Sakato Pariaman.

Memulai arahannya, Wabup Suhatri Bur mengatakan bahwa bencana sudah terjadi dari dulu hingga sekarang, ketika Allah SWT sudah berkehendak di manapun dan kapanpun maka bencana tersebut akan terjadi.

 "Agar bencana tersebut tidak terjadi sebagai umat manusia kita harus meyakini bahwa Allah SWT itu ada,” ujarnya memulai sambutan.

Pria murah senyum yang disebut-sebut calon kuat Bupati Padang Pariaman itu menambahkan, mitigasi bencana merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi resiko bencana, baik itu bencana secara fisik maupun bencana-bencana lainnya seperti bencana yang merusak infrastruktur ataupun merusak mental dari anak-anak.

“Kita semua harus mengetahui dan sering melakukan sosialiasi mitigasi terhadap kebencanaan ini agar kita dapat memberikan informasi kepada anak-anak sehingga mereka juga mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadinya bencana,” ucap mantan ketua KPU Padang Pariaman ini.

Aciak, sapaan akrabnya ini, juga menambahkan sebagai daerah yang rawan bencana maka kita semua harus mengetahui lembaga atau badan yang dapat dihubungi untuk mengetahui ciri-ciri bencana serta cara untuk meminimalisir dan menanggulangi terjadinya bencana.

“BPBD mengutamakan peserta workshop ini guru-guru sekolah dasar berasal dari sekolah yang berada di pesisir pantai, terdiri dari 16 sekolah dasar pada enam kecamatan pesisir pantai dikarenakan wilayah pesisir pantai sangat rentan dalam terjadinya bencana, seperti ketika terjadi gempa yang berpotensi tsunami maka daerah pesisir pantai yang akan terkena terlebih dahulu," tambahnya menjelaskan.

Pada akhir sambutannya mantan Ketua Baznas Padang Pariaman ini berharap agar para peserta dapat mengikuti workshop yang dimulai dari pagi hingga sore agar mendapat ilmu serta pengetahuan tentang kebencanaan sehingga dapat berbagi informasi kepada siswa dan guru yang ada di sekolah masing-masing serta dapat menyebarkan informasi ini kepada masyarakat.

Pembukaan workshop dihadiri oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Budi Mulya, S.T., M.Eng., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Rahmang, M.M., Direktur Komunitas Siaga Bencana (KOGAMI) Tomi Susanto, S.T., anggota PMI Kabupaten Padang Pariaman, anggota Tagana, Kepala OPD lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Budi Mulya, dalam laporannya menjelaskan bahwa peserta workshop berasal dari 16 SD yang terdiri dari satu kepala sekolah dan dua orang guru sehingga total peserta keseluruhan sebanyak 48 orang.

“Setelah melaksanakan workshop kita dari BPBD beserta relawan yang lain seperti Kogami, PMI dan Tagana akan mengadakan evalusasi dan simulasi langsung ke sekolah-sekolah yang telah mengikuti workshop ini dan tidak hanya pada tingkat sekolah dasar yang berlangsung dari tanggal 7 s.d. 28 November,” pungkasnya mengakhiri laporan. (rel/Wis)

TerPopuler