RSUD Pariaman Akan Menjadi RS Rujukan Pasien Covid-19, Pasien dan Pelayanan Pengobatan Akan Dipindahkan Ke RS Terdekat.

RSUD Pariaman Akan Menjadi RS Rujukan Pasien Covid-19, Pasien dan Pelayanan Pengobatan Akan Dipindahkan Ke RS Terdekat.

Rabu, 08 April 2020, 10.40.00
Sekdako Pariaman Fadli Memimpin Rapat Bersama Tim Medis Dari Rumah Sakit se Kota dan Kabupaten Padang Pariaman Fhoto : Rika

PARIAMAN---Pemko Pariaman kembali melakukan rapat terkait dengan percepatan penanganan Covid-19 bersama tim medis dari rumah sakit  se-Kota/Kabupaten Padang Pariaman.

Rapat tersebut digelar di ruang rapat Sekdako Pariaman, Selasa (07/4/2020) kemarin dipimpin langsung Sekdako Pariaman Fadli didampingi oleh Plt. Kadis Kesehatan Kota Pariaman Syahrul.

Sesuai dengan instruksi dari Gubernur Provinsi Sumbar bahwa RSUD Pariaman dijadikan sebagai RS rujukan pasien Covid-19.

" Antisipasi kita karena akan terjadinya pemindahan pasien maka Pemko Pariaman melakukan rapat koordinasi dengan seluruh Rumah Sakit yang ada di Kota Pariaman dan termasuk Rumah Sakit Padang Pariaman,“ kata Plt. Kadis Kesehatan Kota Pariaman Syahrul.

Pemko berencana akan melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat tentang ditunjuknya RSUD Pariaman sebagai rujukan bagi pasien khusus Covid-19 di Kota Pariaman.

“ Kita akan terus melakukan upaya pendekatan terhadap masyarakat dan sekaligus menyakinkan mereka karena dengan protokol penanganan Covid-19 yang ada, keberadaannya tidak menggangu,“imbuhnya.

Syahrul mengatakan kepada masyarakat sekitar tidak perlu kawatir dengan ditunjuknya RSUD Pariaman sebagai rujukan covid-19 ini.

Selain itu, Syahrul mengatakan, mulai minggu depan RSUD Pariaman tidak menerima pasien poliklinik lagi. Seterusnya akan melakukan transfer pasien lainnya ke RS dr Sadikin dan RS swasta se Kota Pariaman dan RSUD Kabupaten Padang Pariaman.

“ Kami menghimbau kepada tim medis yang mewakili masing-masing RS yang hadir dalam rapat ini, untuk mempersiapkannya untuk pelayanan kesehatan masyarakat yang akan di alihkan ke rumah sakit yang ada di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman,“ pungkasnya.

“Alhamdulillah, rs Aisyiyah, rs TMC, rs dr Sadikin dan RSUD Padang Pariaman itu cukup untuk menampung pasien-pasien yang akan dirawat baik yang sudah dirawat maupun yang akan dirawat mudah-mudahan bisa tertampung,“ ulasnya lagi.

Sementara itu, Direktur RSUD Pariaman dr. Indria Velutina mengatakan  ketika RSUD Pariaman sudah siap untuk menjadi RS rujukan khusus Covid-19 Provinsi Sumbar, semua pasien yang non Covid-19 nantinya akan kita alihkan ke rumah sakit sekitar Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

“ Nantinya itu akan kerjasama kita dengan BPJS Kesehatan dan nantinya BPJS akan membuka semua fiker yang ada di RS tersebut sehingga nantinya pasien tidak kewalahan,“ ujarnya.

Dikatakannya, khusus untuk pelayanan Hemodealisis atau cuci darah kita tetap melayani dan alhamdulillah gedungnya terpisah dari gedung induk sehingga kita bisa melayani dan masyarakat tidak usah kwatir untuk pelayanan ini.

Sedangkan untuk pelayanan poliklinik terakhir sampai hari Kamis besok (7/4/2020) dan karena hari Jumat juga libur sehingga akan dipersiapkan ruangan-ruangan untuk perawatan untuk pasien Covid-19.

Nantinya  ada ruangan khusus isolasi, ruangan tekanan negatif dan memang standar ruangannya lebih enak untuk pasien Covid-19.

RSUD Pariaman dijadikan rujukan khusus pasien covid-19 , nantinya akan menerima rujukan yang terutama RS daerah sekitarnya dan apabila RS. Rasidin yang ditunjuk sudah penuh maka kami akan menerima dari mana saja dari Sumatera Barat namun harus ada aturan dan regulasi yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Sumbar.

“ Kami hanya menerima pasien rujukan dengan diagnosa PDP sedang dan berat, dan untuk yang sangat berat dan ada commobidnya itu nantinya dirujuk kembali ke RS. M Jamil sebagai rujukan akhir," katanya.

Hari ini sedang mempersiapkan 50 tempat tidur di area belakang dengan catatan 15 ruangannya menggunakan tekanan negatif kemudian 35 ruangan untuk standar ruangan isolasi biasa.

" Semoga sampai akhir bulan April ini bisa selesai. Tetapi kami masih menunggu satu alat lagi yaitu fentilator meskipun fentilator belum datang begitu SK dari Gubernur menyatakan jalan maka kami akan jalan menerima pasien," ungkapnya.

Ia juga menyebutkan pihaknya kemaren sudah melakukan sosialisasi internal terlebih dahulu kemudian dengan Pemerintah Kota Pariaman setelah itu kita akan sosialisasi dengan desa-desa disekitar rumah sakit.

“ Disamping itu kita akan pasang banner, spanduk dan selanjutnya kami akan memberi informasi juga ke media bahwa Kota Pariaman diberi amanah oleh Gubernur Provinsi Sumbar sebagi Rumah Sakit rujukan khusus pasien Covid-19,“ tutupnya.(Rika/Harsy).

TerPopuler