Jelang PBM Tatap Muka, Seluruh Guru, Pegawai Sekolah dan Petugas Kebersihan SMP di Kota Pariaman Ikuti Tes SWAB -->

Jelang PBM Tatap Muka, Seluruh Guru, Pegawai Sekolah dan Petugas Kebersihan SMP di Kota Pariaman Ikuti Tes SWAB

Kamis, 09 Juli 2020, 23.30.00

PARIANAN--Satuan Pendidikan Guru, Pegawai Tata Usaha (TU) dan Petugas Kebersihan SMPN (Sekolah Menengah Pertama Negeri) se Kota Pariaman dilakukan pengambilan swab, Kamis (9/7/2020) bertempat di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman.

Pengambilan swab tersebut digelar oleh Dikpora Kota Pariaman bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Pariaman menjelang dilaksanakannya tahun ajaran baru 2020/2021 secara tatap muka tanggal 13 Juli 2020 nanti.

Kepala Sekolah SMPN 2 Pariaman, Wismardi yang juga ikut diambil swab nya mengatakan, tes swab tersebut tidak seperti yang dibayangkan dan ditakutkan.

" Jadi untuk para guru dan tenaga pendidik lainnya jangan cemas, karena pengambilan swab dilakukan oleh tenaga medis yang sudah profesional, yang pasti aman dan tidak sakit," imbuhnya.

" SMPN 2 Pariaman sendiri ada sebanyak 46 guru dan tenaga pendidik, semua pegawai kami cukup antusiasi mengikuti, meskipun mereka ada yang jauh-jauh dari luar Kota Pariaman sekalipun," tambahnya lagi.

Wismardi juga tuturkan, SMPN 2 Pariaman juga telah siap melaksanakan PBM secara tatap muka tanggal 13 Juli 2020 mendatang. Pihaknya telah melakukan penyemprotran disinfektan di seluruh area sekolah seperti ruang kelas dan kantor.

" Segala persiapan PBM dimasa new normal nanti sudah kita lakukan sesuai dengan protokol Covid-19 ", tukasnya.

Sementara itu, Kadis Dikpora Kota Pariaman, Kanderi mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengawali tahun ajaran baru 2020/2021 untuk Kota Pariaman secara tatap muka tanggal 13 Juli 2020 mendatang.

" Kita harus memastikan para pendidik dan tenaga pendidik seperti guru, pegawai tata usaha (TU), petugas kebersihan dan satpam SMP di Kota Pariaman dalam kondisi sehat karena mereka akan melayani anak-anak didik yang cukup banyak," ujarnya.

Kanderi juga menuturkan,  pengambilan swab ini akan terus berlanjut, tidak hanya SMP saja tapi juga SD hingga SMA/SMK termasuk guru-guru dibawah jajaran Kementerian Agama.

Harapannya dari kegiatan ini dapat mencegah dan memberikan perlindungan terhadap anak-anak didik karena lebih baik mencegah dari pada mengobati.

" Hasil swab ini akan kita kirim ke Labor Unand Padang, hasil labornya akan keluar 2-3 hari. Kita tentu berharap hasilnya semua negatif," tutupnya mengakhiri. (rel/Harsy)




TerPopuler