Begini Kisah Nofriyanti, S.P, M.Si, ASN Padang Pariaman Peraih Beasiswa Ford Foundation dan World Bank -->

Begini Kisah Nofriyanti, S.P, M.Si, ASN Padang Pariaman Peraih Beasiswa Ford Foundation dan World Bank

Jumat, 18 September 2020, 15.19.00
Nofriyanti Baju dan Jilbab Ping, Bersama Teman-Temanya Dari Mancanegara. Fhoto.Dok.Pribadi

BEKERJA ikhlas dan penuh tanggungjawab adalah kunci kesuksesan. Orang yang bekerja dengan ikhlas, ukurannya bukan lagi materi. 


Bukan rendah atau tingginya harga, bukan sedikit atau banyaknya harta, tetapi upaya terus menerus untuk mencari ridhoNya semata. 


Ikhlas bukan hasil sesaat atau snapshot, tetapi an on-going process yaitu proses yang berjalan secara terus menerus karena kita tidak akan pernah tahu apakah kita sudah bekerja dengan ikhlas atau belum, atau  dia sudah ridho atau belum.


Inilah prinsip yang selalu dipakai oleh Nofriyanti, S.P., M.Si seorang ASN di Kabupaten Padang Pariaman yang telah mengabdikan dirinya selama dua belas tahun. 


Diangkat menjadi  Kasubid Pemerintahan dan Kesra Bappeda pada tahun 2013  wanita kelahiran November 1981 ini telah mendampingi SNV Belanda yakininya Non Government Oragnization (NGO) yang bergerak di bidang sanitasi untuk kota-kota kecil.


Sehingga pada saat itu Padang Pariaman dipilih menjadi pilot project untuk pendampingan SNV Belanda dalam persiapan menggalakan sanitasi di Padang Pariaman.


Pada tahun 2013  telah dipercayakan menjadi Kasubid Pemerintahan dan Kesra Bappeda dan pada saat itu juga telah mendampingi SNV Belanda berupa pendampingan ke masyarakat baik berupa sosialisasi.


Sehingga seiring berjalannya waktu untuk perpanjangannya terkait penanganan sanitasi di Sumatra Barat khususnya Kabupaten Padang Pariaman sehingga diserahkanlah kepada Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) sebagai perpanjangan tangan dari SNV Belanda tersebut.


"Karena mereka menilai penanganan sanitasi di Kabupaten Padang Pariaman sejak tahun 2013 sudah lumayan bagus penanganannya,” kata Upik sapaan akrabnya ini saat ditemui diruang kerjanya.


Hingga tahun 2019 segala jenis pekerjaan selalu didampingi oleh Bappeda baik itu terkait sanitasi.


Pada saat itu pilot project untuk anitasi tersebut di Nagari Pauh Kambar Kecamatan Nan Sabaris yang ditargetkan agar nagari tersebut menjadi nagari ODF (Open Defication Free).


“Nagari Pauh Kambar dipilih menjadi pilot project sebagai nagari ODF dimana tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembaranagan, karena kita lebih fokus kepada Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM) salaha satu indikator STBM yakninya masyarakat tidak buang air besar sembarangan,” ulasnya


Ketika menjabat sebagai Kasubid Kesehatan, PM dan Kesra Bappeda hingga tahun 2019, Ia berkesempatan menjadi perwakilan dari Sumatara Barat untuk menghadiri konferensi Internasional yang dinamakan dengan Wash Water Sanitation and Hygiene yang dilaksanakan di Brisbane, Australia.


Menjadi pilot project SNV Belanda di Suntara Barat hanya tiga daerah  yakninya Padang Pariaman, Sijunjung, dan Kota Padang, sehingga SNV Belanda mengundang satu perwakilan dari tiga daerah pilot project tersebut. 


" Sehingga saya mencoba untuk mengikuti seleksi tersebut dimana persayaratan yang dibutuhkan berupa motivation letter, Interview, dan video sanitasi, sehingga setelah memenuhi syarat tersebut maka terpilih saya untuk mewakili Sumatra Barat pada Konferensi International tersebut membawa nama Kabupaten Padang Pariaman”sambung ASN yang juga pernah sebagai Kabid Anggaran BPKD ini


Selama sepuluh hari mengikuti konferensi tersebut pada Maret 2019, Ia menceritakan dan juga mempresentasikan terkait kondisi  di Kabupaten Padang Pariaman baik kesediaan air bersih, sanitasi dan juga terkait pengarusutamaan gender. 


Pada tahun 2019 penanganan sanitasi di Kabupaten Padang Pariaman baru berkisar enam puluh sampai tujuh puluh persen,dan untuk ODF baru satu nagari yakninya Nagari Pauh Kambar Kecamatan Nan Sabaris hal ini dapat terwujud atas kerjasama SNV Belanda, Dinas Kesehatan dan Bappeda.


“Disana kami juga menceritakan bahwa Kepala Daerah di kabupaten Padang Pariaman berkomitmen untuk mewujudkan sanitasi yang layak dibuktikan dengan setelah dari Brisbane tersebut telah terbitkan Peraturan Bupati tentang STBM tersebut," ulasnya


Kemudian kesepakatan dari Dinas Kesehatan dan OPD terkait lainnnya sehingga ini bentuk dari komitmen kepala daerah untuk mendukung perwujudan sanitasi yang layak serta penyediaan air bersih.


"Selain itu saya juga menceritakan tentang perspektif gender di Kabupaten Padang Pariaman, ”ulas alumni Faperta Unand ini.


Ia juga mengajak dan mensosilaisasikan kepada TP-PKK tentang sanitasi tersebut, karena agar lebih mudahnya sanitasi ini diwujudkan peranan ibu-ibu sangat dibutuhkan agar mendorong para bapak-bapak membuatkan septic tank sehingga tidak dibuang sembarangan.


Saat ditanyai tentang motivasi mengikuti seleksi untuk perwakilan Konferensi di Brisbane tersebut yakninya ingin menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih di Kabupaten Padang Pariaman.


Sebelumnya juga telah memiliki inovasi yang dberi nama kota tanpa kumuh, Kabupaten sehat yang juga sudah mendapat penghargaan sebanyak dua kali.


Sehingga fokusnya ialah berupaya mensosialisasikan agar masyarakat tidak buang air besar sembarangan serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. 


“Selain peduli terhadap lingkungan dan berupaya mewujudkan Kabupaten sehat juga terinspirasi dari teman yang sering mengikuti short course sehingga juga menarik saya untuk mengikuti hal yang demikian, dalam prinsipnya mengapa orang itu bisa kenapa kita tidak sementara kita juga mampu untuk melaksanakannnya,” kelakarnya


Prestasi lain yang juga diperoleh oleh Nofryanti yakninya berkesempatan melaksanakan  Seminar Akhir Thesis di Asian Institute Technology (AIT) Bangkok yakninya kerjasama Unand-AIT Thailand untuk memperoleh gelar Magisternya.


“Alhamdulillah setelah menamatkan Strata 1 di Universiatas Andalas, berkesempatann untuk belajar di AIT atas rekomendasi dari dosen di Unand, ini merupakan kerjasama Unand dengan AIT dibidang INRM (Integritade Natural Resource Management) yang dibiayai oleh Ford Foundation dan World Bank,” tukuknya


Nofriyanti juga membocorkan kiat unuk menggapai pencapaian tersebut, menurutnya dalam mengerjakan sesuatu tersebut harus totalitas dan dikerjakan tepat waktu serta permudahlah urusan orang lain, tuluslah dalam bekerja, selalu berfikir positif serta jangan segan untuk meminta maaf.


“Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari kalimat yang selalu menjadi inspirasi saya yakninya selalulah berbuat baik kepada sesama. Maka hal baik juga akan datang pada kita. Orang baik akan punya banyak teman. Selalu memudahkan urusan orang lain, maka urusan kita juga akan dimudahkan, Mintalah doa kepada ibumu, maka segenap alam semesta akan mengaminkannya, Beranilah bermimpi, Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi mu (Andrea Hirata),”terangnya sambil tersenyum


Pencapaian yang didapat hingga sekarang ini tidak terlepas dari peranan keluarga terutama doa dari orang tua serta dukungan dari suami dan anak-anak, karenanya saat menjalankan pekerjaan tersebut keluarga sangat mendukung penuh segala kegiatan yang tengah dilaksanakan


“Keluarga sangat mendukung segala kegiatan yang dilakukan dan tidak pernah protes dengan kegiatan yang dijalani selama ini,dan alhamdulillah selama ini semuanya berjalan lancar tanpa hambatan”ujar Istri dari Febri Wandi, A.Md ini. ( ***/)

TerPopuler