-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bangun Piaman.Com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    SMA 5 Bukittinggi Layak Masuk Nominasi Lima Besar Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Sumbar

    Redaksi
    Senin, 08 November 2021, 22.39.00 WIB Last Updated 2021-11-09T02:13:50Z

     


    BUKITTINGGI---SMA Negeri 5 Bukittinggi dikunjungi oleh Tim Visitas Badan Publik dan Komisi Informasi Sumatera Barat, di sekolah setempat, Senin (8/11/2021).


    Tim Monitoring evaluasi (monev) mengapresiasi  SMA 5 Bukittinggi layak masuk lima besar di Sumatera Barat dalam  keterbukaan informasi publik.


    Kepala SMA 5 Bukittinggi Ahda mengaku bangga sebab dari 75 sekolah yang diusulkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi untuk kegiatan itu, sekolahnya masuk dalam lima besar yang akan dinominasikan sebagai pemenang.


    "Seleksi itu diantaranya sosialisasi, mengumpulkan bahan, visitasi dan kemudian tahap selanjutnya pemaparan dan visi misi sekolah," ujarnya.


    Menurut Ahda, ini menimbulkan keyakinan bahwa SMA 5 termasuk terbuka dalam hal kebijakan yang dilakukan disekolah, seperti penggunaan dana BOS dan Komite, sesuai dengan motto PPID SMA 5 Bukittinggi, cerdas, cermat,efisien, rasional, disiplin, akuntabel dan sopan.


    Ketua Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat Nofal Wiska menjelaskan Tim Monev Badan Publik itu tujuannya memonitoring, mengevaluasi proses dan tahapan yang sudah dilalui oleh SMA 5 Bukittinggi.




    " Data visioner yang telah diisi oleh SMA 5, diperiksa diwebsite, kemudian dilakukan verifikasi dan sejauh mana komitmen komunikasi, koloborasi, koordinasi dari pimpinan badan publik khususnya kepala sekolah dan guru sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)," paparnya.


    Lebih lanjut sebutnya lagi adapun tujuannya  bagaimana memotivasi badan publik di SMA 5, menginplementasikan keterbukaan informasi publik.


    Disamping itu bagaimana  membuat pihak sekolah ada kenyamanan, seluruh proses pendataan informasi terlebih dahulu melalui PPID serta membuka akses data.


    "Dengan membuka akses data yang dimiliki,secara prinsip melindungi diri sendiri dari potensi korupsi," urainya.


    Senada dengan itu Wakil Ketua Komisi Informasi Arif Yumardi menambahkan,  dengan pelaksanaan di SMA 5  itu bisa memotivasi sekolah lain untuk meningkatkan pelayanan publik kepada keterbukaan informasi.


    "Berupaya meningkatkan kinerja  untuk memanfaatkan informasi ini nyata ditengah masyarakat," pungkasnya. (Nas)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini