Di Tengah Tekanan Fiskal, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman Tancap Gas Pembangunan dan Pemulihan Bencana

0

 


PARIAMAN — Suasana hangat buka puasa bersama di Pendopo Bupati, Karan Aur, Pariaman, Rabu (4/3/2026), menjadi ruang curhat sekaligus refleksi bagi Bupati John Kenedy Azis. 


Di hadapan insan pers, organisasi kepemudaan, serta jajaran pejabat, ia berbicara terbuka soal kondisi keuangan daerah yang sedang tidak baik-baik saja.


Efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden Nomor 25 Tahun 2025 membuat Padang Pariaman harus merelakan pemotongan dana hingga Rp145 miliar. 


"Angka yang tidak kecil bagi daerah yang tengah mengejar percepatan pembangunan pascabencana," ulasnya.


Dengan bahasa lugas khas Minang, JKA menggambarkan dampaknya.


“Kalau anggaran sama dengan tahun 2023 atau 2024, akan lapuak lapak kita melaksanakan program pembangunan,” katanya.


Menurutnya, keterbatasan fiskal membuat sejumlah pekerjaan infrastruktur berjalan tertatih. Jembatan yang putus belum sepenuhnya tersambung, irigasi yang jebol masih mengganggu lahan pertanian, dan kebutuhan dasar masyarakat terus menunggu giliran anggaran.


Namun di balik tekanan itu, ia memastikan pemerintah daerah tak menyerah. Berbagai pintu komunikasi dengan pemerintah pusat terus dibuka.


Upaya tersebut membuahkan hasil. Dalam beberapa bulan terakhir, tercatat sembilan menteri datang langsung ke pendopo bupati. 


Kunjungan itu, kata dia, bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap kondisi Padang Pariaman.


Tak hanya para menteri, sembilan istri menteri juga turun langsung membawa bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. 


Kehadiran mereka memberi dukungan moril sekaligus bantuan sosial bagi warga yang sedang bangkit dari musibah.


Dari kolaborasi itu, hasil konkret mulai terlihat. Pemerintah daerah bersama kementerian terkait berhasil membangun 145 rumah layak huni bagi masyarakat terdampak bencana. 


Rumah-rumah tersebut menjadi harapan baru bagi keluarga yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal.


Selain fokus pada pemulihan, pemerintah juga menyiapkan pengungkit ekonomi rakyat. 


Event budaya dan olahraga tradisional seperti Pacu Kudo II yang digelar 28–29 Maret 2026 diharapkan mampu menggerakkan UMKM, pedagang kecil, hingga sektor pariwisata lokal.


Di sisi lain, langkah-langkah preventif juga dilakukan, seperti pemasangan pagar pada bantalan rel kereta api demi menjaga keselamatan warga. Baginya, hal kecil tetap penting jika menyangkut keamanan masyarakat.


Menutup penyampaiannya, JKA menegaskan komitmen kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat untuk terus bekerja meski ruang fiskal sempit.


“Kami bersama Rahmat Hidayat akan bekerja keras untuk membangun Padang Pariaman lebih baik,” ulasnya.


Menjelang azan Magrib, tausyiah yang disampaikan Syafral Abdi, M.Ag., membuat suasana kian khidmat. 


Di tengah kebersamaan itu, tersirat satu pesan kuat: anggaran boleh berkurang, tetapi semangat membangun daerah tak boleh surut. (**/wis)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top