![]() |
PADANG PARIAMAN,- Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali mengalir dari berbagai pihak. Kali ini, bantuan datang dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat melalui Wakil Kepala Kejati Sumbar, Mukhlis, yang menyalurkan paket sembako kepada warga hunian sementara (huntara) di Asam Pulau dan Batang Anai, Rabu (4/3/2026).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, bersama jajaran pemerintah daerah. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa saat rombongan berinteraksi dengan warga yang masih bertahan di huntara pascabencana.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 80 paket sembako dibagikan, masing-masing 40 paket untuk warga Huntara Asam Pulau dan 40 paket untuk warga Batang Anai. Setiap paket berisi beras lima kilogram serta berbagai kebutuhan pokok rumah tangga untuk membantu meringankan beban sehari-hari masyarakat.
Turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, camat, wali nagari, serta masyarakat penghuni huntara. Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam membantu pemulihan warga terdampak.
Bupati John Kenedy Azis menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan Wakajati Sumbar kepada masyarakat Padang Pariaman. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang hingga kini masih berjuang memulihkan kondisi pascabencana.
Ia juga memaparkan perkembangan rencana pembangunan hunian tetap (huntap). Untuk lokasi Batang Anai, pemerintah daerah masih menghadapi kendala ketersediaan lahan, sementara di Asam Pulau lahan sudah siap untuk proses pembangunan.
“Kami mohon dukungan dari Bapak Wakajati yang juga tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana agar persoalan lahan di Batang Anai segera menemukan solusi. Untuk Asam Pulau, lahannya sudah tersedia dan siap dibangun,” ujar JKA.
Bupati turut mengajak masyarakat tetap bersyukur atas berbagai bantuan yang terus mengalir. Ia menilai solidaritas dari banyak pihak menjadi energi penting bagi percepatan pemulihan daerah.
Sementara itu, Wakajati Sumbar Mukhlis mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi berbagi kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera Barat, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan.
“Kami datang untuk berbagi dengan dunsanak kami. Hari ini ada sekitar 10 lokasi terdampak yang kami kunjungi di Sumatera Barat,” tuturnya.
Ia juga memberi pesan penguatan moril agar masyarakat tetap tabah dan optimistis menghadapi ujian. Menurutnya, setiap musibah pasti disertai hikmah dan harapan yang lebih baik di masa depan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga. Raut haru dan rasa syukur terlihat jelas dari wajah penerima bantuan, menyimpan harapan baru untuk bangkit dan menata kehidupan kembali. (***R)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih