Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan : JKA–Rahmat Bangkitkan Ekonomi, Perkuat Solidaritas

0

 

Bupati John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat


SATU TAHUN perjalanan kepemimpinan John Kenedy Azis bersama Rahmat Hidayat menjadi momentum refleksi bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman. 


Periode ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan cermin dari kerja keras, tantangan, serta harapan yang terus dirawat.


Sejak awal menjabat, pasangan JKA–Rahmat menegaskan visi pembangunan “Padang Pariaman Maju, Berkelanjutan, Sejahtera dan Merata”. 


Visi ini diarahkan untuk memastikan pembangunan tak hanya bertumbuh, tetapi juga dirasakan merata hingga ke seluruh nagari.


Tepat 20 Februari 2025, keduanya dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. 


Amanah itu, menurut Bupati, bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan tanggung jawab untuk menghadirkan perubahan nyata.


“Pelantikan itu adalah titik awal pengabdian. Sejak hari pertama, kami bertekad bekerja sepenuh hati untuk masyarakat,” ujarnya.


Tahun pertama pemerintahan diwarnai tantangan berat. Kebijakan efisiensi anggaran melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025 memangkas transfer ke daerah hingga puluhan miliar rupiah. 


Ruang gerak fiskal menyempit, sementara kebutuhan masyarakat tetap besar.


Namun kondisi tersebut tak membuat pemerintah berhenti. Strategi pertama yang dilakukan adalah membangkitkan kembali denyut ekonomi rakyat. 


Event Pacu Kudo yang sempat mati suri selama satu dekade dihidupkan kembali sebagai ikon budaya sekaligus penggerak UMKM.


“Di tengah keterbatasan, kita tidak boleh menyerah. Justru dari budaya dan kebersamaan itulah ekonomi rakyat bisa bangkit,” kata John Kenedy Azis.


Pendanaan kegiatan pun dilakukan secara kolaboratif. BUMD, swasta, perantau, hingga masyarakat ikut ambil bagian. 


Semangat badoncek dan gotong royong menjadi bukti bahwa kekuatan sosial adalah modal utama pembangunan.


Gerakan gotong royong massal kembali digalakkan di berbagai wilayah, mulai dari Batang Ulakan, Kasang, hingga penataan Pantai Tiram. 


Lingkungan dibersihkan, fasilitas diperbaiki, dan rasa memiliki terhadap daerah semakin tumbuh.


Tak hanya itu, program Padang Pariaman 100 Festival diluncurkan untuk menggairahkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 


Festival budaya, kuliner, hingga pertanian digelar di nagari-nagari, membuka ruang promosi sekaligus peluang usaha baru bagi masyarakat.


Di sisi ketertiban sosial, pemerintah menetapkan pembatasan operasional hiburan malam. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat karakter religius masyarakat. 


“Pembangunan harus sejalan dengan adat dan nilai agama. Kemajuan tidak boleh menggerus jati diri kita,” tegasnya.


Efisiensi anggaran di seluruh OPD berhasil menghemat sekitar Rp50 miliar yang kemudian difokuskan untuk pembangunan jalan dan irigasi. 


Infrastruktur dasar dipilih karena dampaknya langsung dirasakan petani dan pelaku usaha.


Ujian berat datang ketika bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah. Banjir dan longsor merusak ribuan rumah, sawah, hingga jembatan. 


Kerugian yang ditimbulkan mencapai triliunan rupiah dan menjadi duka bersama masyarakat.


Meski demikian, upaya jemput bola membuahkan hasil. Bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi berhasil diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta sejumlah kementerian untuk pemulihan infrastruktur, air bersih, pertanian, dan pendidikan. 


“Kami tidak tinggal diam. Setiap peluang bantuan kami perjuangkan agar beban masyarakat bisa diringankan,” ungkapnya.


Sepanjang 2025, pembangunan tetap berjalan. Jalan dan jembatan dibangun, irigasi diperbaiki, puskesmas pembantu didirikan, serta fasilitas rumah sakit ditingkatkan. 


Di sektor pendidikan, sekolah lima hari diterapkan, ribuan siswa menerima seragam gratis, dan mahasiswa kurang mampu mendapat beasiswa.


Hasilnya mulai terlihat pada indikator makro. IPM meningkat, angka kemiskinan dan pengangguran menurun, harapan hidup bertambah, serta PAD mengalami kenaikan. 


Capaian ini menjadi sinyal bahwa arah pembangunan berada di jalur yang tepat.


Dukungan masyarakat, TP-PKK, ninik mamak, alim ulama, hingga perantau menjadi kekuatan sosial yang tak ternilai. 


Kolaborasi tersebut melahirkan berbagai program kemanusiaan dan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.


Menutup refleksi satu tahun kepemimpinannya, John Kenedy Azis menegaskan komitmen untuk terus bekerja. 


“Satu tahun ini baru langkah awal. Masih banyak pekerjaan rumah. Tapi dengan kebersamaan dan doa, saya yakin Padang Pariaman akan terus maju dan sejahtera,” tuturnya. 


Semangat itulah yang kini menjadi bekal untuk melangkah ke tahun-tahun berikutnya. (**/)


Catatan Redaksi :

Tulisan ini disarikan dari sambutan Bupati pada Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan JKA-Rahmat, Senin 2 Maret 2026


Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top