Dukung Program Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga, Wali Kota Pariaman Buka Pelatihan Merajut untuk 24 Peserta

0


PARIAMAN – Pemerintah Kota Pariaman terus mendorong tumbuhnya industri kreatif berbasis rumah tangga melalui program unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga. 


Salah satu langkah nyatanya diwujudkan dengan menggelar Pelatihan Merajut yang diikuti 24 peserta di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Pariaman, Senin (20/7/2026).


Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad. Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan secara simbolis bantuan bahan rajutan kepada seluruh peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah agar mereka dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan.


Yota Balad mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar memiliki keterampilan produktif yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan.


Menurutnya, selama ini sentra kerajinan rajut di Kota Pariaman lebih dikenal berasal dari Desa Taluak dan Desa Marunggi. Ke depan, ia berharap keterampilan tersebut dapat berkembang hingga ke seluruh desa dan kelurahan sehingga semakin banyak keluarga yang memiliki usaha mandiri.


"Selama ini kita mengenal kerajinan rajut berasal dari Desa Taluak dan Desa Marunggi. Ke depan, saya ingin ibu rumah tangga maupun perempuan yang belum bekerja di Kota Pariaman memiliki keterampilan merajut sehingga mampu mengembangkan industri rumah tangga yang dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga," ujar Yota Balad.


Ia menambahkan, produk rajutan memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan karena dapat dikreasikan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti tas, dompet, sarung bantal, sarung telepon genggam, hingga berbagai aksesori lainnya.


Bahkan, Yota berharap para peserta mampu menghadirkan produk rajutan yang memiliki identitas khas Kota Pariaman, seperti motif Tabuik maupun ornamen budaya lokal lainnya sehingga memiliki daya saing dan nilai jual yang lebih tinggi.


"Pelatihan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan. Kami berharap nantinya lahir produk-produk rajutan yang tidak hanya diminati pasar, tetapi juga mencerminkan kekhasan budaya Kota Pariaman," katanya.


Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Pariaman optimistis akan lahir pelaku-pelaku usaha baru di sektor industri kreatif yang mampu mendukung program Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga, sekaligus membuka peluang usaha dan menambah pendapatan keluarga di tengah perkembangan ekonomi kreatif yang terus tumbuh. (***/R)

Posting Komentar

0Komentar

Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih

Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top