![]() |
PADANG PARIAMAN — Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) meminta dukungan penuh DPRD dan masyarakat untuk mengawal pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang mendapat dukungan anggaran pemerintah pusat hingga sekitar Rp462 miliar.
Menurut JKA, dukungan anggaran tersebut merupakan peluang besar bagi Padang Pariaman untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dasar sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum yang aman, layak dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Bupati John Kenedy Azis di sela Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Padang Pariaman dengan agenda Penyampaian Nota Penjelasan Bupati tentang Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Padang Pariaman Tahun Anggaran 2026, di Ruang Sidang Utama DPRD Padang Pariaman, Senin (14/9/2026).
Bupati mengatakan, pembangunan dan pemulihan infrastruktur SPAM merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap Padang Pariaman, terutama dalam upaya pemulihan infrastruktur dasar pascabencana.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak ikut menjaga agar pelaksanaan pembangunan berjalan lancar dan tidak terhambat persoalan teknis maupun persoalan kecil di lapangan.
"Tolong, saya minta tolong Pak. Sungguh-sungguh sangat susah untuk mendapatkan anggaran itu. Sekarang anggarannya sudah ada di kita, pelaksanaannya akan dibangun, pelaksanaannya akan dimulai," ujar JKA.
Ia menjelaskan, dukungan anggaran tersebut tidak diperoleh begitu saja. Pemerintah daerah harus melakukan berbagai upaya, termasuk komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat.
Untuk tahun 2026, Padang Pariaman memperoleh dukungan anggaran sekitar Rp136 miliar. Sementara pada 2027, kembali dialokasikan dukungan sekitar Rp119 miliar.
Jika dihitung secara keseluruhan untuk berbagai program pemulihan dan pembangunan SPAM, kata JKA, total dukungan pemerintah pusat untuk Padang Pariaman mencapai sekitar Rp462 miliar.
"Secara keseluruhan bantuan dari pemerintah pusat itu Rp462 miliar, Pak. Ke mana duit sebanyak Rp462 miliar kita bisa cari, Pak?" tegasnya.
Besarnya dukungan tersebut, lanjut Bupati, merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi Padang Pariaman. Untuk itu, ia meminta pembangunan tidak hanya dipandang sebagai proyek pemerintah, tetapi sebagai kepentingan bersama yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Oleh karena itu, saya minta bantu sama Bapak-bapak. Mari Pak, kita bersamakan ini. Tanpa bantuan Bapak-bapak, kita tidak bisa apa-apa," katanya.
JKA juga mengingatkan agar persoalan-persoalan kecil yang muncul selama pelaksanaan pekerjaan tidak berkembang menjadi hambatan. Menurutnya, setiap persoalan di lapangan harus dikomunikasikan dan diselesaikan bersama dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.
"Masalah perintil-perintil kecil jangan sampai menghambat. Tidak mengganggu juga masyarakat, tidak merusak dan tidak mengurangi tanah Bapak-Bapak. Mari kita dukung bersama," harapnya.
Selain persoalan teknis, Bupati menekankan pentingnya ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan. Sebab, pelaksanaan hingga serah terima pekerjaan memiliki batas waktu dan ketentuan yang harus dipenuhi.
Ia mengingatkan, apabila pekerjaan tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal, kondisi tersebut dapat memengaruhi proses serah terima sekaligus keberlanjutan dukungan anggaran pemerintah pusat.
"Kalau tidak bisa serah terima, akibatnya anggarannya bisa dibawa ke kabupaten/kota lain," ungkap JKA.
Karena itu, Bupati mengajak DPRD, pemerintah daerah, perangkat daerah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam mengawal pembangunan SPAM tersebut.
Ia menegaskan, pembangunan SPAM bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Terlebih setelah bencana hidrometeorologi yang melanda Padang Pariaman, penguatan kembali infrastruktur pelayanan dasar menjadi kebutuhan yang semakin penting.
"Ini kesempatan kita. Anggaran sudah ada, pekerjaan akan dilaksanakan. Mari kita sama-sama dukung, kawal dan sukseskan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Padang Pariaman," pungkasnya.
Dengan dukungan seluruh pihak, Bupati berharap anggaran besar yang telah diperjuangkan dari pemerintah pusat tersebut tidak berhenti sebagai angka dalam dokumen anggaran, tetapi benar-benar diwujudkan menjadi infrastruktur yang meningkatkan kualitas pelayanan dasar dan mempercepat pemulihan Padang Pariaman pascabencana. (***/Kominfo)


Mohon Berkomentar Dengan Bahasa Yang Sopan. Terima Kasih